Jumat, 04 Mei 2018, 17:11

Puluhan TKI Ilegal Dipulankan ke Kampunya Masing-masing, 1 Tekong Jadi tersangka

BATAM, POSMETRO.CO : 72 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang diamankan di Pantai Nongsa pada Kamis (3/4) dini hari lalu, sudah pulang ke kampung halaman masing-masing. Sebagian besar dari mereka mendapat jaminan dari keluarga mereka masing-masing. Beberapa diantaranya dipulangkan setelah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam, Jumat (4/4).

Informasi yang diterima pewarta, para TKI ilegal tersebut juga sudah memiliki tiket pesawat untuk pulang ke kampung halamannya. Tiket tersebut dibelikan oleh tekong yang membantu pemulangan mereka secara ilegal dari Johor ke Batam.

Polisi juga telah menetapkan satu orang tersangka. Namun polisi belim mau mempublisnya. "Besok bakal di ekspos oleh Kapolresta Barelang," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan saat dikonfirmasi pewarta.

Kasus TKI ilegal ini sudah diincar pihak kepolisian Reserse Kriminal Polresta Barelang. Setelah mendapat informasi dari masyarakat, polisi melakukan penyidikan. Namun polisi mendapat kesulitan mencari tahu dimana lokasi TKI ilegal tersebut akan diturunkan. "Mereka melalui pelabuhan-pelabuhan tikus," sebutnya.

Pemulangan TKI ilegal ini dimanfaatkan oleh tekong-tekong yang membantu pemulangan mereka. Para TKI ilegal tersebut menjadi ladang pemerasan. Mereka harus mengocek kantong lebih besar ketimbang pulang secara resmi yakni sebesar Rp3-4 juta. Terombang-ombing di laut dengan kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan, membuat nyawa para pemburu ringgit tersebut terancam.

Sesampai di Batam, perjuangan para TKI belum berakhir sesampai di perairaan Nongsa. Mereka diturunkan sebelum sampai di bibir pantai. Mereka harus berenang dan berjalan di laut kira-kira sejauh 400 meter.

Miris. Anak-anak harus digendong. Barang-barang dipikul agar sampai di darat. "Diturunkan di laut. Dalamnya sekitar sebahu. Basah semua. Tas saya taruh di kepala biar nggak basah" kata Zainab, salah seorang TKI ilegal yang turut diamankan.

Sesampai di Batam, Zaenab dan para TKI ilegal tersebut rencanya akan dijemput sanak familinya. Namun ternyata polisi sudah menunggu kedatangan mereka. "Saya kapok kerja di sana (Malaysia). Lebih baik kerja di kampung halaman sendiri," ujarnya. (ddt)