Senin, 07 Mei 2018, 15:03
Bhakti Sosial Polsek Lubuk Baja

Saat Kegembiraan Terpancar dari Dua Anak Efatma

BATAM, POSMETRO.CO : Pintu kamar dibuka, bau apek langsung menyengat hidung. Berantakan. Pakaian kotor teronggok dalam ember. Baju bersih pun tak terlipat. Di kamar tersebut ada kasur tipis. Di kasur tersebut Efatma Hartati beserta dua anaknya yang masih duduk di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 dan SDN 004 Tanjunguma, PA (11) dan E (7) tidur.

Kamar kontrakan itu tak terurus. Lantai yang dialas karpet lantai itu berpasir dan berdebu. Seperti sudah berhari-hari tak disapu. Jaring laba-laba juga sudah bersarang di sudut dinding dan langit-langit plafon. "Ibu sudah lama buta," tutur Efatma saat dikunjungi Kapolsek Lubuk Baja beserta jajara di kediamannya, Ruli Tanjung Uma RT 002 RW 006, Lubuk Baja, Sabtu (5/5).

Di sudut kamar, di atas meja tembok hanya ada dispenser dan rice cooker. Penanak nasi elektrik tersebut menjadi andalannya. Tak hanya sebagai penanak nasi, juga digunakan untuk merebus telur dan mie.

Efatma memiliki tiga anak. Semuanya perempuan dan cantik-cantik. Anak pertamanya sudah menikah dengan seorang juru parkir. Gajinya pun tak menentu, kadang hanya 200 ribu sebulan. "Untuk bayar uang kos, dibantu juga sama menantu," ungkapnya.

Tak bisa bekerja, Efatma hidup dari belas kasihan orang. Tak jarang ia dan anak-anaknya makan seadanya. Hanya nasi putih dan sering tanpa lauk. "Kadang dikasih beras, nasi dan lauk sama tetangga. Kalau tidak ada yang ngasih, makan apa yang ada saja" ungkapnya.

Miris. Sudah 10 tahun wanita itu mengalami buta. Dan Sudah tiga tahun pula dia ditinggal sang suami yang tak bertanggung jawab. "Entah pergi kemana, kami tidak tahu. Dia pergi begitu saja," cerita wanita 50 tahun tersebut.

Semua anak-anak ditinggal bersama wanita buta tersebut. Beruntung masih ada belas kasih dari para guru SDN 01 Tanjunguma. PA dan E pun bisa bersekolah. Biaya sekolah mereka dibantu oleh guru-guru di sana.

Beberapa waktu lalu, Polsek Lubuk Baja merencanakan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan memberikan sedekah pada fakir miskin dan anak kurang mampu. Mereka pun mencari informasi ke sekolah-sekolah dan kecamatan. Hingga akhirnya mereka mendapat kabar jika Efatma dalam kondisi membutuhkan uluran tangan.

Sabtu kemarin, Kapolsek Lubuk Baja, Kompok Yunita Stevani langsung turun ke lapangan bersama jajarannya untuk memberikan bantuan. Efatma dijemput ke rumahnya. PA dan E pun dijemput ke sekolahnya. "Kami mengajaknya ke Pasar Tanjung Pantun," sebut Yunita.

Di pasar tersebut, Polsek Lubuk Baja membelikan semua kebutuhan keluarga tersebut. Mulai dari semua perlengkapan sekolah seperti baju seragam putih merah dan baju olah raga, tas, buku dan kelengkapan lainnya. Mereka juga dibelikan jilbab. Semua kebutuhan dapur dan kamar mandi juga dibelikan.

Keceriaan terpancar dari wajah PA dan E tersebut. Mereka sangat bersemangat memelih semua kebutuhannya. Senyum Yunita pun melebar. Ia merasakan kebahagiaan dua bocah tersebut. "Kita berharap mereka bisa kembali mengaji. Jangan sampai hanya karena persoalan biaya mereka tidak bisa mengaji," harap Yunita.

Polsek Lubuk Baja juga memberikan bantuan pada SDN 01 Tanjunguma. Bantuan. Yunita berharap, bantuan tersebut bisa digunakan untuk keperluan belajar siswa.

Yunita juga memint uluran tangan dari dermawan lainnya. Semua fakir miskin, janda, anak terlantar dan, yatim menjadi tanggup jawab bersama. "Dua anaknya (PA dan E) juga pakai kacamata. Semakin lama, minus mata anaknya semakin tinggi. Kita tidak tahu juga kenapa, apakah keturunan atau bagaimana. Kita khawatir mereka juga buta. Saya berharap masyarakat juga turut membantu. Jangan kita abaikan," pintanya. (ddt)