Jumat, 11 Mei 2018, 15:38

Baru Uji Coba, Petani di Daik Ini Mampu Panen 300 Kilogram Bawang Merah

LINGGA, POSMETRO.CO : Percobaan penanaman bawang merah oleh petani di Daik Kabupaten Lingga membuahkan hasil. Tanaman yang di perkirakan 65 hari panen tersebut di uji coba oleh petani bernama Ios Madi MD.

"Sekarang iklim tidak menentu, panas terik, dan secara tiba-tiba turun hujan membuat pertumbuhan bawang jadi terganggu. Lihat saja bawangnya ada yang busuk," ungkap Ios, di kediamannya di Daik Lingga, Rabu (8/5).

Untuk uji coba tersebut, dia melakukan penananaman tidak banyak, dengan hasil panen bawang merah seberat 300 Kilogram. Hal itu pula dilakukan agar masyarakat dapat melihat dan terpacu untuk bertani dengan memanfaatkan lahan tidur.

"Ini uji coba dulu, kita harus lihat kadar tanah dan melakukan penyesuaian dengan tanaman yang kita coba. Alhamdulillah hasilnya baik, mudah-mudahan dengan adanya saya buat seperti ini dapat memacu masyarakat juga untuk memanfaatkan lahan yang di miliki," ujar dia.

Menurut dia, jika masyarakat ingin memanfaatkan lahan tidur, dia yakin hasil dapat menopang kebutuhan ekonomi, salah satunya uji coba penanaman bawang di lahan yang tidak begitu besar di samping kediamannya, menuai hasil yang sangat baik.

"Kalau bawang baru kali ini saya coba, dengan pengalaman yang ada, tanaman bawang bisa diolah di Daik ini. Perbandingannya, satu kilogram di tanam hasilnya bisa mencapai 100 kilogram bahkan lebih," paparnya, yang sebelumnya juga pernah menjadi petani bawang di kampung halamannya (Riau Daratan).

Pengakuannya juga, dalam bertani ada tiga jenjang harus dilakukan supaya hasil tanaman bisa berkesinambungan, tanaman jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Dia mengajak masyarakat supaya memanfaatkan lahan tidur untuk bertani, apa lagi Pemerintah Kabupaten Lingga lagi gencar-gencarnya merubah minset masyarakat supaya bertani.

"Kalau masalah lahan, daerah kita masih subur. Kalau ingin meminta bantuan ke pemerintah, masyarakat harus membuat kelompok dan menyediakan lahan, saya yakin pemerintah akan mensupport," imbuhnya.

Saya sudah mencoba beberapa jenis tanaman di Daik ini sambungnya, tidak hanya bawang, tapi tanaman sayang, sayur-sayuran, cabe rawit, pohon durian dan lain-lain.

"Kalau sahang tinggal menunggu panen saja, kalau cabe rawit dan tanaman yang cepat menghasilkan tetap saya tanam supaya hasilnya terus berkesinambungan. Kalau penyesuaian kultur tanah, kita harus buat dulu baru kita tahu, pastinya tanah daerah kita ini subur," pungkasnya. (mrs).