Selasa, 15 Mei 2018, 22:36

Kisruh Lahan Baloi Kolam Akan Diselesaikan Bertahap

BATAM, POSMETRO.CO : Ribuan warga Baloi Kolam, Kecamatan Batam Kota, mendatangi Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (15/5). Aksi mereka terkait pernyataan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo tentang penertiban perumahan liar (ruli) yang berada di kawasan tersebut.

Sejak pukul 09.00 WIB lebih, menggunakan kendaraan baik roda dua dan empat mereka memadati bundaran BP Batam. Sejumlah pendemo membawa spanduk bertuliskan " BP segera realisasikan hak Warga Baloi Kolam," Baloi Kolam kampung Jokowi", Warga Baloi Kolam tetap tinggal di Baloi Kolam harga mati," BP Batam harus gusur kemiskinan bukan digusur warga miskin".

Demo sempat mamanas karena para pendemo meminta Kepala BP Batam hadir, namun karena yang bersangkutan tidak di tempat. Sejumlah warga kecewa, sehingga berimbas kepada kawat berduri yang dipasang dirobohkan.

"Kami minta statement mu melalui media massa kemarin. Darimana ceritanya kalian bisa bilang bahwa kami sudah sepakat untuk pindah dari sana," kata seorang warga Baloi Kolam berorasi.

Berita yang menyudutkan warga Baloi Kolam sempat mempertanyakan hal tersebut kepada perwakilan BP Batam. Meminta mengklarifikasi terkait penanggunalangan warga yang saat ini bermukim di kawasan Baloi Kolam. 

Pantauan di lapangan sejumlah personil disiagakan untuk pengamanan aksi demo. Akhirnya sejumlah perwakilan dari warga Baloi Kolam bertemu dengan dengan pejabat BP Batam di Gedung Marketing, BP Batam.

Sempat alot selama beberapa jam, dan saling mengeluarkan pendapatnya masing-masing. Akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk menyepakati keputusan bersama dalam surat kesepakatan. 

Diantaranya, menyatakan sepakat untuk tidak membuat pernyataan di media yang dapat menimbulkan keresahan, menyatakan bahwa kebutuhan perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia, BP Batam dan Warga Baloi Kolam sepakat pemenuhan kebutuhan pemukiman warga tersebut harus dilakukan secara konstitusional undangan yang berlaku, dan terakhir sepakat untuk menyelesaikan sesuai dengan tahapan penyelesaian yang direncanakan.

"Ada empat point yang kita sepakati bersama. Kita tidak akan berbicara ke media tentang Baloi Kolam. Penyelesaian harus dilakukan secara bertahap," ujar Deputi IV Bidang Sarana dan Prasarana lainnya BP Batam, Eko Budi Supriyanto usai menggelar rapat. (hbb)