Sabtu, 19 Mei 2018, 15:34

Puasa Bikin Tubuh Makin Sehat

BATAM, POSMETRO.CO : Dalam berpuasa ada pembatasan asupan makanan, teratur, dan pengendalian diri, ketiga unsur ini adalah sesuatu yang seharusnya konsisten dalam melaksanakan baik pada saat berpuasa dan setelah berpuasa. Tips ini dibagikan Dr. Afdhalun Hakim SpJP(K), FIHA, FAsCC, dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Badan Pengusaha (RSBP) Batam untuk umat muslim yang menjalankan puasa, Sabtu (18/5). 

Pertama asupan makanan, selama menjalanin bulan puasa membuat umat muslim mulai mengurangi frekuensi makan yang biasanya tiga kali menjadi dua kali. Jika ini dilaksanakan tentunya akan terjadi pembatasan asupan makan dan pembatasan kalori (restriksi kalori).

Lanjutnya, dampak adanya pembatasan makan, asupan kalori akan membuat manfaat bagi kesehatan bagi seseorang yang menjalani ibadah puasa tersebut. Pembatasan makan akan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh. 

"Pembatasan makan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh kita. Jadi dengan adanya pembatasan makan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol," ujarnya. 

Selain itu, berpuasa sepanjang hari akan membuat mereka mengurangi konsumsi camilan-camilan yang tidak sehat seperti coklat, keju, lemak. Mengurangi makanan yang manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh.  Bahkan, bagi orang yang merokok harus mengurangi konsumsi rokoknya setiap hari. 

"Sehingga puasa akan membuat orang sehat menjadi tambah sehat dan orang dengan penyakit kronis (Hipertensi, Kencing Manis, Kegemukan dan kolesterol tinggi) akan membuat penyakit menjadi lebih baik, dan terjaga," imbaunya.

Dokter yang memiliki jam terbang tinggi ini mengatakan, kondisi sehat yang diharapkan ini tidak akan tercapai kalau dalam berpuasa ini kita melakukan budaya balas dendam saat berbuka. Sehingga tujuan pembatasan makan dan pembatasan kalori tidak tercapai.

Kedua keteraturan, dimana pasien sakit maag yang sebagian besar adalah sakit maag fungsional, yaitu dimana jika dilakukan evaluasi tidak ditemukan kelainan. Pasien dengan maag fungsional  biasanya dengan berpuasa keluhan sakit maagnya berkurang dan merasa lebih sehat pada saat berpuasa. 

Hal ini terjadi karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidak teraturan makan, konsumsi makanan camilan. Seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi, merokok dan juga faktor stres. 

Selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur. Karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa ramadan, yaitu saat sahur dan berbuka. 

"Keteraturan inilah yang bisa membuat pasien dengan sakit maag tersebut sembuh," ungkapnya.

Ketiga pengendalian diri, merupakan hal penting agar kita tetap sehat. Jiwa yang sehat kunci agar tetap sehat. Berbagai macam sakit fisik terjadi karena jiwa yang terganggu. Masyarakat harus mengenal penyakit psikosomatik. Pasien yang cemas cenderung asam lambungnya tinggi, dan akhirnya maagnya dapat terganggu. Pasien dengan hipertensi TD akan naik jika emosinya terganggu. 

Pasien Asma bisa kambuh karena sedang dalam keadaan stress. Jantung berdebar-debar, tangan berkeringat, pegal-pegal ditengkuk bisa berhubugan dengan faktor psikis. Dengan pengendalian diri selama berpuasa diharapkan faktor psikis yang bisa mengganggu fisik tersebut tidak muncul.

"Akhirnya dengan berpuasa kita dapat mengurangi makan, hidup lebih teratur dan pengendalian diri," jelasnya.

Ia berharap setelah elesai puasa nanti seharusnya ketiga hal tersebut dapat diteruskan dalam kehidupan sendiri. Dengan makan tidak boleh berlebihan, makan sesuai kebutuhan. Karena jika makan berlebihan maka makanan tersebut akan ditimbun dalam tubuh kita dalam bentuk lemak, di hati (fatty liver), di kandung empedu (Batu KE), di pembuluh darah jantung maupun pembuluh darah otak.

Keteraturan yang telah terbina selama puasa seharusnya juga dapat diteruskan pasca puasa lebaran. Hidup selalu berpikir positif dan pengendalian diri seharusnya juga dapat dipertahankan setelah lebaran nanti.

"Mudah-mudahan dengan mempertahankan apa yang telah kita raih selama ramadan nanti sampai terus setelah lebaran, kita dapat selalu sehat," tutup Afdhalun. (hbb)