Minggu, 27 Mei 2018, 20:48
Buntut Rekomendasi DPRD Karimun

PT GRM Tunjukan Bukti Perizinan

KARIMUN, POSMETRO.CO : Terkait rekomendasi DPRD Karimun yang meminta Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Karimun, H Aunur Rafiq untuk menghentikan operasional PT Grace Rich Marine (GRM), lantaran dinilai tidak mengantongi sejumlah perizinan yang berlaku. Minggu (27/5/2018), pihak PT GRM yang didampingi kuasa Hukumnya menunjukan sejumlah perizinan yang dimilikinya saat ini.

Dalam jumpa pers yang digelar di Holiday Hotel tersebut, hadir Manajemen PT GRM, Edi C Lomawie Kuasa Hukumnya dari Orik Ardiansyah Associates dan sejumlah pengurus lapangan PT GRM, Juntak dan Wayan.

Dalam rilisnya Orik menyatakan, perlu diluruskan atas apa yang sudah berkembang melalui media massa. 

DIkatakan Orik dalam pelaksanaan pekerjaan pihak PT GRM telah mengantongi izin resmi yang lengkap, untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan galangan kapal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagaiman  yang dimaksud dalam UU Nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, sebagaiman telah diubah dengan UU nomor 1 tahun 2014 tentang perubahan. 

Kemudian Peraturan Menteri Kelautan dan perikanan RI Nomor 17/permen-KP/2013 tentang perizinan reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai mana telah dirubah dengan peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor 28/Permen-KP/2014.

Selanjutnya juga berdasarkan peraturan menteri perhubungan nomor PM52 tahun 2011 tentang pengerukan dan reklamasi sebagaimana telah diubah dengan peraturan meneteri perhubungan nomor 74 tahun 2014.

"Atas dasar itu saya selaku kuasa hukum PT GRM menyatakan bahwa PT GRM sudah memiliki izin resmi sesuai aturan berlaku, dan dilakuan sesuai tahapan dalam operasional PT GRM, sejumlah izin yang dimiliki PT GRM diantaranya," ujar Orik.

"Kita juga mendukung peningkatakan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja dan tentunya ikut serta mengoptimalkan pendapatan asli daerah," tambah Orik.

Sementara Manajemen PT GRM, Edi C Lomawie menyampaikan, jumpa pers yang dilakukan pihak bukan bermaksud untuk menyanggah atau apapun bentukanya, terkait putusan rekomendasi yang dikeluar DPRD dari hasil hearing lalu.

"Disini kami PT GRM tidak ada maksud apapun, baik itu mebantah, menyanggah atau apapun atas rekomendasi yang dikeluarkan DPRD. Terkait rekomendasi itu kami sangat menghargai karena itu secara resmi dan jelas, jadi kami menunggu proses tahapan selanjutnya," tegas Edi.

Ia juga menjelaskan, jumpa pers ini dilakukan pihaknya untuk membuka ke publik, bahwa secara nyata PT GRM memiliki izin resmi terkait operasional yang dilakukan pihaknya.

Terkait ketidakhadiranya dalam hearing yang berujung pada keluarnya rekomendasi DPRD untuk menghentikan sementara operasional PT GRM, Edi mengaku bahwa saat itu dirinya sedang dalam keadaan sakit. Dan ia telah menyampaikan kepada pegawi lapangannya Wayan untuk mengabari ke DPRD. 

"Dan itu sudah dilakukan, dan saat itu pak Juntak yang juga kita harapkan untuk bisa hadir juga ternyata sakit, hingga tidak bisa hadir, tinggal pak Wayan. dan sudah dilakukan untuk memberitahukan bawa saya sedang sakit dan dirawat di Awal Bros, tapi saat pak Wayan ingin mewakili sebagai PT GRM, ternyata pak wayan juga mendapatkan musibah, saat itu orang tuanya juga mengalami sakit dan harus dibawa ke RS Bakti TImah sehingga tidak bisa menghadiri hearing tersebut," terang Edi lagi.

Atas musibah itu, Edi mengaku seharunsya ia menunjukan bukti kepemilikan izin kepada DPRD sesuai dengan hearing sebelumnya tidak dapat dilakukan.

"Karena saya sakit, dan saya akui saya sebelumnya mengatakan akan menunjukan bukti-bukti kepemilikan izin terkait operasional PT GRM, karena sakit jadi saya tidak bisa menunjukan, dan berakhir keluar rekomendasi tersebut dan dianggap tidak beritikad baik," jelasnya.

Untuk itu dengan sudah keluarnya Rekomendasi DPRD, Edi selaku manajemen PT GRM menyatakan akan menigkuti proses itu, namun menunggu apa tahapan dari rekomendasi tersebut.

"Rekomendasi bukan sebuah putusan, untuk itu kita menunggu hasil akhir dari rekomendasi tersebut, yang jelas kami menghargai rekomendasi tersebut dan mentaatinya," tambahnya.(ria)