Rabu, 30 Mei 2018, 14:43

Ratusan Pekerja PT Bandar Abadi Mogok Kerja

BATAM, POSMETRO.CO : Sekitar 100 pekerja  PT Bandar Abadi, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji mogok kerja, Rabu (30/5) pagi. Hal ini di lakukan, supaya pihak perusahaan dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memberikan putusan terkait nasib delapan karyawan yang terancam dipecat.

Aksi mogok kerja ini pun menarik perhatian kepolisian sektor Batuaji. Untuk mencegah adanya hal hal yang tak diinginkan, satuan Sabhara Polresta Barelang yang dilengkapi dengan gas air mata turut ke lokasi.

Namun saat pewarta ingin masuk ke lokasi perusahaan, PT Bandar Abadi tidak diberikan izin. Tidak hanya itu, delapan pekerja yang terancam dipecat itu tak di ijinkan masuk ke kawasan perusahaan. "Kawan kami yang berjumlah ratusan sudah mogok kerja di dalam kawasan perusahaan, tepatnya di depan office. Sedangkan kami mogok kerja di luar perusahaan," kata Kristopel (33) seorang karyawan PT Bandar Abadi yang terancam dipecat. 

"Kalau pemecatan itu harus sesuai prosedur. Selama 8 tahun bekerja di sini, kami belum pernah mendapatkan surat peringatan (SP), tapi mengapa kami langsung dipecat begitu saja," ujarnya. 

Memurut Kristopel, dia dan tidak rekannya tidak masalah kalau diberikan surat peringatan. Namun yang ia sayangkan, perusahan langsung memberikan surat pemecatan.

"Surat pemecatan sudah keluar, tapi kami tak mengambilnya. Katanya, walapun surat itu diambil atau nggak, kami tetap saja dipecat," jelasnya. Masih dengan Kristopel, terkait pemecatan ini, pihak perusahan memang bersedia memberikan pesangon. Tapi pesangon tersebut hanya di sekali basic saja. 

"Contohnya, kalau saya sudah bekerja selama 8 tahun, maka pesangonnya 8 kali basic sekarang. Tapi kami menolak, kami minta supaya di pekerjakan kembali," tutupnya.

Ibrahim(36) karyawan lain yang terancam di pecat tidak terima jika di pecat begitu saja. Ia mengaku sudah 10 tahun  bekerja di PT Bandar Abadi dan belum pernah menerima surat peringatan. 

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan ada 100 karyawan yang mogok kerja. Secara aturannya, mogok kerja bisa di lakukan karena tak ada hasil perundingan. Sedangkan kasus ini masih menunggu hasil perundingan. 

"Jadi sidangnya tanggal 5 Juni 2018 nanti. Mogok kerja itu memang hak mereka, tapi konsekuensinya mereka tak dibayar," ujarnya.Dalam hal ini, Polsek Batuaji juga mengundang Disnaker. Kepada karyawan, Disnaker menyampaikan bagaimana aturan mogok kerja yang benar dan tidak merugikan karyawan itu sendiri. Bahkan perusahan bisa memberikan surat peringatan jika karyawannya sudah melanggar aturan.(jho)