Jumat, 01 Juni 2018, 15:37
Buka Bersama Keluarga besar DPC INSA Batam

Dari Silaturahmi Sampai Diskusi Industri Kemaritiman

BATAM, POSMETRO.CO : Ramadhan tidak hanya sebagai bulan penuh berkah, bulan kesabaran, tetapi juga menjadi bulan silaturahmi mengharap keberkahan dan kedamaian hati.

Dengan bersilahturahmi, rasa persaudaraan akan terasa semakin erat. Berangkat dari itulah, keluarga besar DPC Indonesian National Shipowners Association (INSA) Kota Batam, menggelar buka puasa bersama. Hal tersebut dikatan oleh Ketua INSA Batam, Osman Hasyim dalam kata pembukaan di acara berbuka bersama di Hotel Travelodge atau dulunya Novotel, pada Kamis (31/5).

''Dalam acara ini tidak hanya keluarga besar INSA yang hadir tetapi juga pihak yang terkait seperti Perhubungan, Pelabuhan, Imigrasi, Bea dan Cukai, serta pihak lainnya. Kami berharap dengan adanya acara ini, tali silaturahmi dapat terjalin,'' kata Osman dalam pidato pendeknya.

Acara tersebut juga diisi dengan tausyah dari Ustadz Ridho Amin, berbuka bersama lalu dilanjukan dengan pembagian santunan kepada puluhan anak yatim piatu.

Seusai acara, Osman bersama beberapa pengurus dan anggota INSA sempat berdiskusi santai terutama tentang indsutri kemaritiman di Batam. 

''Kota Batam khususnya dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya,dapat menjadi poros maritim dunia. Tetapi hal itu tidaklah gampang, dalam beberapa pertemuan dengan pihak terkait dengan kemaritiman, saya selalu menyampaikan bahwa ada lima hal yang dipenuhi agar Batam menjadi poros maritim dunia yaitu pelayanan yang prima, keamanan, kenyamanan, kepastian hukum dan efisien," Osman Hasyim.


Menurut pria asli Belakangpadang ini, tanpa lima indikator tersebut mustahil Batam bisa menjadi poros maritim dunia. "Tapi tanpa dukungan dari berbagai pihak, poros maritim itu hanya jadi harapan saja," kata Osman.


Dilanjutkan Osman, impian terbesar INSA jika Batam menjadi poros maritim dunia, tentunya daerah berkumpulnya kapal-kapal dari penjuru dunia. Sehingga nantinya efek dari kegiatan tersebut dapat dirasakan oleh semua pihak terutama kalangan industri.

"Dengan begitu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) akan cukup besar, pada 2015 PNBP yang disumbangkan dari industri shipyard mencapai Rp500 miliar lebih. PNBP tersebut baru 20 hingga 30 persen saja yang dimanfaatkan. Kalau bisa sampai 100 persen memanfaatkan potensi maritim kita bukan tidak mungkin nantinya PNBPnya bisa mencapai Rp 2 sampai Rp 3 triliun dari bidang shipyard," jelas Osman.

Diskusi tersebut berlangsung hangat, beberapa permasalahan juga disampaikan anggota INSA pada Osman. Diskusi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Di akhir diskusi, Osman berharap seluruh anggota dan pengurus bisa sering bertemu sehingga persoalan dan kendala bisa sama-sama diselesaikan. (dye)