Senin, 02 Juli 2018, 15:04

SMA Negeri Cuma Satu di Batuaji, PPDB Dibanjiri Pendaftar

BATAM, POSMETRO.CO : Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA sudah berlangsung sejak Kamis (28/6) lalu. Calon siswa pun membludak. Banyak siswa tamatan SMP yang hendak mendaftar, namun, jumlah sekolah negeri tingkat SMA tidak mencukupi. Masyarakat Batuaji pun resah. Pasalnya, SMA di Batuaji baru ada satu yakni, SMAN 23 Batam. Namun sekolah tersebut belum memiliki bangunan sendiri.

"Sudah coba daftar di SMAN 5 Batam kemarin. Tapi ditolak. Katanya tidak bisa karena adanya sistem zonasi," kata Elida, orang tua murid yang hendak mendaftarkan anaknya sekolah, Senin (2/7). Elida pun mendaftarkan anaknya di SMAN 23 Batam. Namun masih saja khawatir. Pasalnya, warga Batuaji berbondong-bondong mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.

"Khawatirnya tidak diterima karena persaingan ketat. Kalau masuk sekolah swasta, biayanya mahal," ujarnya. Tahun ini merupakan tahun ajaran pertama sekolah tersebut buka. Berdasarkan arahan Dinas Pendidikan Kota Batam, sekolah tersebut akan menumpang di bangunan SMAN 5 Batam, Sagulung. "Kita baru buka tiga kelas. Satu untuk jurusan IPA san dua untuk IPS," urai kata Ketua Panitia PPDB SMAN 23 Batam, Bahtiar.

Jika dilihat dari jumlah warga Batuaji yang anaknya lulus SMP maka, dapat dipastikan jumlah kursi yang tersedia di SMAN 23 tidak akan cukup. Sampai PPDB ke empat saja, jumlah calon murid yang mendaftar sudah melebihi kapasitas yang ada yakni sekitar 200 calon murid. "Tahun ini kita cuma membuka tiga rombongan belajar. Jumlah siswa yang tertampung hanya 108 orang," ungkapnya.

Untuk PPDB, sekolah tersebut juga membuka penerimaan di SMAN 5 Batam. Banyak calon peserta didik yang mendaftar di sana. Pasalnya, tahun ini Mendikbut menerapkan sistem zonasi. Akibatnya, Panitia PPDB SMAN 23 Batam pun kerepotan. "Secara sistem, warga Batuaji akan mendaftar di sekolah kita (SMAN 23 Batam)," jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 5 Batam tersebut.

Bahtiar juga membenarkan adanya warga Batuaji yang ditolak di SMAN 5 Batam. Hal tersebut kembali lagi pada sistem zonasi yang diberlakukan. "Memang beda dengan tahun -tahun sebelumnya. Kalau  di luar zonasi, sistem akan langsung menolak. Jadi silahkan daftar anaknya di sekokah yang masuk zonasinya. Kalau nilai anak kita tinggi, pasti akan diterima," pungkasnya. (ddt)