Kamis, 05 Juli 2018, 22:46

Lagi Kerja di Bengkel Kapal, 3 WN Vietnam Ditangkap Imigrasi Karimun

KARIMUN, POSMETRO.CO  : Tiga warga negara asing berkebangsaan Vietnam diciduk pihak Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Kamis pagi (5/7). 

Ketiganya diamankan di Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral. Diduga kuat ketiganya melanggar penggunaan visa, ketiganya  menyalahgunakan visa kunjungan dengan bekerja di salah satu bengkel kapal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, Mas Arie Yuliansa Dwi Putra dalam rilisnya menyampaikan, kecurigaan terhadap tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Vietnam itu bermula ketika pihak Imigrasi Tanjungbalai Karimun melakukan patroli rutin. 

Saat iu melihat dua orang yang ciri-cirinya warga negara asing (WNA) yang belakangan diketahui berinisial TTM dan HVN sedang bekerja di salah satu bengkel di wilayah Meral. 

Saat itu dilihat mereka mengenakan baju yang telah kotor dengan minyak oli dipadu celana pendek. 

Saat itu petugas langsung mendekati dan benar keduanya merupakan WNA. Keduanya pun langsung diamankan.

"Dari interogasi awal kepada keduanya, diduga TTM dan HVN merupakan teknisi mesin kapal ikan. Kemudian dilakukan pengembangan petugas berhasil mengamankan kembali satu WN Vietnam di salah satu ruko sekitar penangkapan.

“Kemudian diamankan satu lagi WNA lainnya yang berwarga negara Vietnam juga berinisial TBC. TBC ini kita duga sebagai penghubung atau penerjemah antara dua WNA tadi atas nama TTM dan HVN dengan pihak yang da di Indonesia, khususnya di Karimun ini," ucap Arie Kamis (5/7/2018) sore kemarin.

Ketiganya diduga melakukan pelanggaran keimigrasian, yang datang ke Karimun menggunakan fasiltias Bebas Visa Kunjungan (BVK). 

Tercatat kedua WN Vietnam tersebut yakni  TTM dan HVN, pernah datang ke Karimun pada 5 Juni 2018 dan keluar dari Karimun pada 27 Juni 2018 melalui pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. 

Kemudian masuk kembali ke Karimun pada 28 Juni dan sampai saat ini masih berada di Karimun.
Sedangkan WNA Vietnam berinisial TBC yang disebutkan sebagai penghubung juga terakhir masuk ke Karimun pada 28 Juni 2018 dan sampai saat ini belum meninggalkan Karimun.

Kata Arie, pihaknya masih melakukan penyelidikan guna mengetahui siapa penampung mereka. 

“Kita masih dalami. Jika didapati ada orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat maka akan dijerat undang-undang nomor 122 tahun 2011 tentang keimigrasian.

"Kami masih memiliki kendala, karena ketiga WN Vietnam ini tidak bisa berbahasa apapun selain bahas negara mereka. Sehingga kami masih kesulitan untuk mencari translate bahasa Vietnam dan masih kita cari. Untuk BAP kan wajib penerjemah yang sudah terverifikasi," terangnya.(ria/*)