Jumat, 06 Juli 2018, 17:28

Butuh Rp 3 Triliun Untuk Jadikan Batu Ampar Sebagai Pelabuhan Kelas Dunia

BATAM, POSMETRO.CO : Pengembangan infrastruktur pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sudah mulai dilakukan. Walaupun belum terlihat secara fisik, perbaikan di dalam sistem dan perencanaan bagaimana pelabuhan Batu Ampar ini ke depan sudah dilakukan.

Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul mengatakan hitungan kasar untuk pengembangan pelabuhan yang berlokasi di Kecamatan Batu Ampar ini dibutuhkan dana sekitar Rp 3 triliun. Dengan dana tersebut, rencana menjadikan pelabuhan Batu Ampar sebagai wold class port bisa menjadi kenyataan. Pengembangan fisik bangunan, bagaimana penataan yang berbasis sistem, dan efisiensi yang berujung pada peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan.

"Di Batu ampar ini trend aktivitas pelabuhan naik, mulai mutasi barang, jumlah kontainer meningkat, secara teknis ada peningkatan. Banyak mekanisme untuk kebutuhan pengembangan itu, dananya darimana itu bisa melalui banyak skema, tidak hanya dari pemerintah, untuk skema itu kita nunggu kepres," kata Nasrul ketika ditemui di Lubuk Baja, Batam, pada Rabu (4/7).

Nasrul melanjutkan, untuk pengembanganya sendiri, sama seperti pelabuhan di daerah lain di Indonesia, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dengan apa yang telah ada di pelabuhan Batu Ampar sekarang, seharusnya pengembangan pelabuhan Batu Ampar akan lebih mudah dibanding daerah-daerah lain.

Kemudahan tersebut bisa dilihat dari sisi volume dimana kapasitas pelabuhan Batu Ampar tidak terlalu besar sehingga pengembangannya juga akan lebih cepat. Kedua, kedekatannya dengan industri. "Batam itu semua pelabuhan get way, jadi geraknya mengikuti gerak industri," kata Nasrul lagi.

Hal lain yang juga disinggung adalah kondisi terkini pelabuhan Batan yang menurutnya berfungsi maksimal. Mampu mengimbangi pelabuhan di daerah lain yang telah memiliki fasilitas mumpuni.

"Batam punya harapan besar, bayangkan saat ini 500 TEUs dalam kondisi sekarang, bayangkan Belawan (pelabuhan Belawan) yang belum mencapai sejuta, kita dengan pelabuhan Semarang hampir mirip volumenya, tinggal penataannya, efisiensinya lebih baik lagi," tuturnya. (abg)