Senin, 09 Juli 2018, 16:06

10 Tahun, Penderita Gagal Ginjal di Kepri naik 8 Kali Lipat

KARIMUN, POSMETRO.CO : Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyatakan kasus gagal ginjal di Propinsi Kepri terus meningkat setiap tahunya. Dalam tahun 2018 ini, penderita gagal ginjal sudah mencapai 800 orang lebih.

Hal ini dikatakan Tjetjep saat ditemui POSMETRO usai membuka kegiatan Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Hotel Aston, Kabupaten Karimun, Senin (9/7/2018). Ditambahkanya, dalam kurun waktu hampir 10 tahun peningkatkan terjadi hingga 8 kali lipat. DImana angka penderita gagal ginjal pada tahun 2010 baru mencapai 85 orang penderita, namun tahun 2018 ini, sudah mencapai 800 orang lebih yang harus melakukan cuci darah lantaran menderita gagal ginjal.

"Kasus Gagal Ginjal 2010, 85 orang sekarang hampir 800 orang, yang dicuci darahnya seminggu 2-3 kali, dan dilakukan di seluruh rumah sakit yang ada di Propinsi Kepri termasuk di RSUD Karimun, karena apa, mari kita cerdas, tentunya karena pola hidup, salah satunya adalah tidak cerdas minum obat, yang cerdas itu bagaimana, kita harus melakuan dianogsa dulu yang utama, setelah tahu penyakitnya baru temukan obatnya, kemudian dalam minum anti biotik dimana seharsnya habis dikonsumsi. namun apa yang terjadi baru empat kali, karena sudah merasa sembuh gak dihabisi. Padahal kumannya belum hilang sembuh dan kemudian bangkit kembali, sementara obat yang lama tidak akan mampu mengatasinya," tegas Tjetjep.

Mengapa gagal ginjal banyak? Tjetjep pun mengajak kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Diamana penderita gagal ginjal, stroke karena banyak masyarakat yang mengalami gejala hipertensi tidak patuh. 

"Ada yang tidak tahu kalau menderita hipertensi, gula darah dan tingginya kolesterol, kemudian minum obat tiap hari tidak dilakukan teratur. Padahal harus tiap hari dan beberapa faktor lain seperti kebiasaan seperti, penyalah gunaan obat. minuman supleman yang berlebihan, tanpa disadari efeknya seperti ini," tambahnya.

Untuk itu dengan Gema Cermat ini yang dibantu tenaga dokter, tenaga Apoteker dan petugas Posyandu, masyarakat diharapkan dapat melakukan pengecekan terkait penyakitnya. Sehingga dengan cepat dilakukan pengobatan, dan mendapatkan pelayanan yang tepat.(ria)