Selasa, 17 Juli 2018, 15:04

Sebelum Ditangkap Polisi, Kepsek SMP N 10 Sempat Beraktifitas di Sekolah

BATAM, POSMETRO.CO : Terkait dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru di SMP N 10 Seipanas, tidak hanya melibatkan seorang komite sekolah bernama Baharudin, tetapi juga Kepala Sekolah, Rahip. Rahip diamankan ketika sedang berada di Kantor Dinas Pendidikan, Sekupang, Senin (16/07) sore.

Sebelum ditangkap dan diamankan di Mapolresta Berelang, Rahip sempat memberikan komentar. Kepada POSMETRO, ia mengaku tidak terlibat dalam dugaan pungli Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) di SMP N 10 Sei Panas. 

"Sekolah tidak terlibat di dalamnya, sebab semua kejadian itu berlangsung di luar sekolah. Bahkan saya tidak tahu terkait pungli ini," ungkapnya. Dan pada Senin (16/07) siang, Rahip masih beraktifitas layaknya sebagai kepala sekolah. Ia pun selalu memperhatikan siswa baru di SMP N 10 Batam. Ia juga menyebut, tak ada masalah yang dialami oleh para siswa di sana. 

"Tak ada masalah dalam penerimaan siswa baru. Di sini, ada 475 siswa baru, mereka akan di bagi menjadi 11 rombel. Sedangkan masalah pungli itu, biarlah polisi yang mengungkapnya," tutupnya.

Sebelum Rahip diamankan, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki menyebut pihaknya sudah mengamankan 3 orang tersangka dalam dugaan pungli. Meski demikian, penyidik akan terus melakukan pengembangan dan akan mengamankan orang yang terlibat dalam kasus pungli.(Jho)