Selasa, 17 Juli 2018, 16:47

Kebutuhan Satu Hari, Batam Perlu 400 Ribu Telur

BATAM, POSMETRO.CO : Naiknya harga pakan ayam, transportasi, dan kurangnya produksi telur di Batam, membuat harga telur di pasaran naik. Bahkan, eceran telur bisa sampai Rp 2 ribu per butir. Melihat kondisi seperti ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, berniat merapatkan hal ini dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, untuk mencari solusi.

Selain itu, mereka juga akan menggaet distributor telur, untuk membahas masalah ini. Pasalnya, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mardanis, harga telur ini naik dari pusatnya. Seluruh Indonesia, mengalami kenaikan harga telur.

"Kalau di Jakarta, gubernur berinisiatif mengaktifkan BUMD. Jadi ambil telur dari daerah lain dengan harga distributor. Telur ini semua daerah mahal," katanya, Selasa (17/7) siang.

Dinas Ketahanan Pangan lanjut Mardanis, memiliki solusi. Namun, tentu membutuhkan lembaga seperti BUMD. Namun karena BUMD belum berjalan, maka mereka harus memikirkan solusi lain.

"Kita pakai koperasi petani. Tapi juga butuh modal untuk beli telo, cabai. Kita akan dudukkan dulu," ungkapnya. Kedepan, pemerintah berencana akan mengadakan kios murah dan kios berjalan di setiap kecamatan. Kios tersebut,  akan menjual telor, cabai, dan bawang dengan harga distributor.

"Kita (telur) dari Medan. Kalau di Batam, tak cukup. Barelang gak banyak produksi. Terus harganya lebih mahal. Kalau kita dapat harga 36 ribu, di Barelang 40 ribu. Cuma lebih segar," paparnya.

Saat ini, kebutuhan telur di Batam mencapai 400 ribu telur per hari. 12 distributor yang ada di Batam, kebanyakan membeli dari Medan. "Di Medan pun udah mahal. Makanya kita akan dudukkan, supaya bisa jual di Batam harga distributor," ungkapnya.(iik)