Sabtu, 28 Juli 2018, 16:11
Terkait Banjir di Tiban

Izin IMB PT Glory Dibekukan Pemko Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Pihak Kecamatan Sekupang terus berupaya membantu warga sekitar Tiban Koperasi, yang terdampak banjir parah akibat pembangunan perumahan oleh PT Glory di daerah resapan air. Bahkan, camat juga terus berkordinasi dengan tim teknis, mengenai pembekuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pengembang tersebut.

Camat Sekupang, M Arman, mengatakan bahwa izin IMB yang dibekukan sementara, sudah dikordinasikan dengan DPM-PTSP Kota Batam. Izin akan tetap dibekukan, sampai ada jalan keluar dari pihak pengembang, maupun BP sebagai pemberinizin Cut And Fill.

"Dibekukan izin sementara itu izin IMB. Itulah, kegiatan selanjutnya (oleh pengembang) belum bisa dilakukan. Pembangunan belum boleh. Intinya tak boleh ada pengerjaanya," kata Arman jepada Posmetro, Sabtu (28/7) siang.

Jadi, izin yang ada di Pemko seperti IMB untuk pembangunan rumah PT Glory, dibekukan oleh pemerintah. Selain itu, Camat juga sudah bertemu dengan Tim Teknis BP Batam, yang turun langsung ke lapangan melihat banjir yang terjadi.

"Sudah turun dari BP bersama camat. Jadi turun karena hasil dari pertenuan masyarakat dengan BP. Tim teknis turun melihat lokasi. Masalahnya belum ada keputusan. Akan dibicarakan hari Senin di tingkat pimpinan BP kata mereka," papar Arman.

Pihak warga pun, juga ikut mendesak dengan mendatangi BP Batan, untuk hasil final keputusan dari BP mengenai proyek PT Glory. "Hari Selasa warga ke sana lagi, meminta hasil dari keputusan. Keputusan Selasa final. Tuntutan warga minta resapan air dikembalikan. Tetap tiga tuntutan kemarin. Soalnya ada yang sudah 30 tahun tinggal di sana, tak pernah merasa banjir. Baru kali ini gara-gara oembangunan itu," paparnya.

Unyuk bantuan dari camat, sekarang pihaknya tengah membantu menurunkan armada untuk membersihkan wilayah pembuangan. Puing-puing material dan barang di rumah warga yang terdampak, akan dibuang ke TPA dengan bantuan kecamatan.

"Karena ini gak boleh dibuang di TPS. Harus TPA. Hari pertama kita bantu 4 armada. Ini berlanjut, sekarang 1 armada dan swadaya masyarakat 3 armada. Banyak sekali puing-puingnya," ungkapnya.

Untuk dapur umum, sudah tidak ada lagi. Padalnya, banyak warga yang mebjadi korban sudah pindah ke rumah keluarganya, atau kembali ke rumahnya yang sudah dibersihkan.

"Jadi sekarang evakuasi sampah puing di lingkungan warga. Kita juga sudah melakukan pembongkaran drainase dengan alat berat. Ada bangunan warga yang diikhlaskan untuk dibongkar, agar saluran lancar," ujarnya.

Pihak camat, tetap berkoordinasi dengan tim teknis, mengenai kelanjutan tindakan yang akan dilakukan. " Tetap,  kita akan Komunikasi dengan tim teknis. Karena masalah perizinan, camat tak bisa," jelasnya.

Sebelumnya, pasca hujan lebat yang melanda Batam pada Rabu (25/7) kemarin, warga Tiban Koperasi, Sekupang, mengadukan banjir di wilayahnya kepada Pemerintah. 

Adapun tiga tuntutan yang diungkapkan warga, yakni; menghentikan aktivitas pengembang yang telah melakukan penimbunan kolam retensi. Kedua, mengembalikan fungsi lahan tersebut seperti sedia kala sebagai kolam retensi. Dan ketiga, mencabut segala macam izin yang berhubungan dengan  segala aktivitas di lahan tersebut. (iik)