Kamis, 02 Agustus 2018, 15:10

Honorer DPRD Batam, Diduga Berbuat Perbuatan Asusila di Ruang Wakil Pimpinan

BATAM, POSMETRO.CO : Pada saat seluruh anggota dewan mengadakan rapat paripurna, Senin (23/7) lalu. Dua orang pegawai honorer Sekretariat DPRD Batam inisial Id dan Ay diduga melakukan perbuatan asusila di ruangan Wakil Ketua I DPRD Kota Batam dilantai II. 

"Mereka (ID dan AY) staff honorer. Mereka naik keatas ke ruangan atas (Zainal). Di ruangan tersebut ada tamu anggota dewan dari Kampar. Diduga mereka melakukan tak senonoh sama tamu itu. Tak berapa lama, pas mereka keluar, gayanya dah acak-acakan," ujar narasumber Posmetro, Kamis (2/8).

Kejadian tersebut sempat menghebohkan dikalangan anggota dewan dan staff. Karena Wakil Ketua DPRD Batam mengamuk melihat ruangannya berantakan. Sembari memanggil pegawai yang ada di ruangannya.

"Pas bapak itu (Zainal) masuk, dia teriak. Karena diduga diruangannya terjadi hal tidak senonoh. Ada ditemukan tisu bekas dipakai itulah," jelasnya.Ia juga mengatakan, sejak kejadian itu kedua pegawai masih berstatus honorer itu di skor sementara. Malah katanya Zainal, meminta agar semua pengawai yang bertugas di ruangannya diganti.

"Dua orang itu diskor karena tidak mau ngaku. Kalau Ay itu statusnya sudah bersuami, Id masih gadis," katanya. Saat di konfirmasi ke Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Zainal Abidin, mengatakan masalah tersebut sudah diserahkan ke Sekretaris Dewan (Sekwan). Kejadian tersebut katanya tanpa sepengetahuannya karena pada saat itu, Zainal tengah bertugas memimpin rapat paripurna yang digelar dihari yang sama. Diakuinya, ia telah menerima tamu sesama anggota dewan daerah lain. Tapi ada rapat tamu tersebut ia tinggalkan.

"Saya selusuri dan tanyakan juga. Ada bukti tidak dan saksi tidak itu yang tidak bisa dibuktikan susah juga. Namanya isu sensitif cepat heboh artinya saya tak tahu. Karena saya tidak di ruangan. Kalau saya diruangan itu, mereka buat kek gitu saya parang mereka, kurang ajar," ungkapnya. 

Tegas dia ia meminta persoalan ini harus diproses oleh Sekwan. Agar seluruh staffnya diganti. Karena sudah berlaku bebas diruanganya. 

"Padahal ruangan saya ada satpam ada sekretarisnya kok bisa mereka tembus. Menurut felling saya tidak mungkinlah mereka melakukan itu. Tapi semua kita serahkan ke Sekwan prosesnya," tegasnya. (hbb)