Kamis, 02 Agustus 2018, 15:21

Bupati Karimun Fasilitasi Pengobatan Bayi Rafiadi

KARIMUN, POSMETRO.CO : Bayi mungil bernama Ahmad Rafiadi belum lagi berumur 40 hari, namun penyakit berupa cairan yang membesar di kepala bagian atas membuatnya harus menderita. Akibatnya bayi ini akhirnya segera dirujuk ke Jakarta. Proses pemberangkatan ditangani Pemkab karimun dan tim medis hingga di Jakarta. 

Sebelumnya bayi mungil ini menjadi perhatian masyarakat dan sejumlah organisasi di Karimun, keterbatasan biaya orang tuanya, Efendi (35) yang hanya bekerja serabutan, membuat bayi mungil tersebut tak mampu untuk melanjutkan proses medis.

Pria yang tinggal di Pelambung, Desa Pongkar Kecamatan Tebing ini mengatakan, putra keduanya itu lahir secara normal di Puskesmas Tanjungbalai Karimun pada 20 Juni kemarin. Dalam proses kelahiran, yang pertama kali keluar adalah benda yang tumbuh diatas kepalanya. Setelah lima menit berselang, barulah tubuhnya keluar secara utuh. Atas kondisi pada bagian kepala anak yang saat ini baru berusia kurang dari dua bulan itu, maka terpaksa langsung dirujuk ke ke RSUD Muhammad Sani.

Sayangnya, dokter di RSUD Muhammad Sani juga tak dapat menangani dan langsung mengeluarkan rujukan ke agar ditangani oleh Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB). Ketika berada di Batam, Amhad Rafiadi sempat dirawat 12 hari lamanya.

"Dari hasil scan dan penjelasan dokter yang menangani, bahwa anak saya ini mengalami sakit yang cukup berbahaya, tapi tak dijelaskan apa nama penyakitnya dan tidak bisa dioperasi di RSOB, karena resikonya besar, bisa menyebabkan kematian. Hanya dapat dijelaskan dan ditangani oleh rumah sakit di Jakarta. Mendapati penjelasan itu maka anak saya ini langsung saya bawa pulang kerumah. Sampai hari ini belum dapat dirujuk ke Jakarta," jelas Refendi saat menerima kedatangan Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (1/8).

Dengan ketidakmampuan dari segi finansial, Rafiadi hanya bisa pasrah dan menerima uluran tangan masyarakat yang dermawan. Ia pun dijanjikan akan dibantu oleh beberapa pihak dan yayasan. Termasuk dari Pemerintah Kabupaten Karimun dalam hal ini yang disampaikan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam kunjungannya.

"Harapan saya semoga anak saya ini bisa ditangani dokter ahli dengan cepat dan bisa segera sembuh," harapnya. Sedangkan sang istri, Suraya (28) mengaku tidak ada firasat apapun menjelang menanti kelahiran sang buah hatinya itu. Bonggolan pada bagian kepala bayi mungil itu hanya ditutupi menggunakan pampers atau popok bayi agar tidak terkontaminasi dengan virus atau sesuatu yang dapat memperparah kondisi Ahmad Rafiadi

"Tidak ada firasat apa-apa, tahu-tahu saat melahirkan ada sesauatu yang menempel di kepalanya. Meski ada sesautu di kepala, anak saya ini tidak rewal, kalaupun nangis ya paling hanya saat mau nyusu," jelas Suraya.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq memboyong keluarga, beberapa jajaran di unsur pimpinan Kecamatan Tebing dan beberapa stafnya pada Rabu siang (1/8), turun langsung melihat kondisi Ahmad Rafiadi. Ia pun mengaku prihatin dan berjanji akan membantu agar dapat ditangani oleh dokter di Jakarta.

"Akan kita bantu dan rencananya kita bawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau alternatifnya ke Rumah Sakit DR Sarjito. Saat kunjungan tadi pun ada dari pihak Yayasan Abayadana dari umat Budha ini dan mereka siap membantu. Sehingga kita sama-sama sepakati untuk membantu," kata Rafiq.

Saat ini, tengah dipersiapkan biaya dan jadwal keberangkatan menuju Jakarta. Sayangnya, Ahmad Rafiadi tidak dapat diberangkatkan menggunakan pesawat karena faktor usia. Sehingga terpaksa menanti jadwal kapal Pelni KM Kelud yang berangkat ke Jakarta setiap seminggu sekali pada hari Rabu.

Nantinya, dalam keberangkatan menggunakan KM Kelud, Ahmad Rafiadi akan didampingi oleh dokter dan perawat dari Karimun. Sedangkan penanggungjawab dalam mengurus bayi malang tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Puskesmas Kecamatan Tebing dengan dibantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.

"Kita semua termasuk Pemda akan membantu dana yang dialokasikan dari APBD kita. Kemudian dibantu dengan program Jamkesda untuk fasilitas pengobatan ke rumah sakit rujukan di Jakarta. Tugas kita sekarang ini adalah mempersiapkan keberangkatan secepatnya dengan menggabungkan dana dari yayasan yang bersedia membantu. Mudah-mudahan jadwal KM Kelud paling lambat minggu depan. Akan kita lihat apakah bisa di berangkatkan dengan pesawat, melihat masih bayi. Kita akan kordinasi. Kalau tak bisa alternatifnya dengan KM Kelud ," jelas Rafiq.(ria/*)