Kamis, 02 Agustus 2018, 16:25
Menang di Jepang

Target Emas di AG Untuk Atlet ISJ

PAHATAN otot di perut Caca terlihat jelas. Enam kotak. Seragam latihan jujitsu dibiarkan terbuka di bagian depan. Tapi, sabuk tetap melilit dipinggang. Tubuhnya basah oleh keringat. Hari itu, dia baru saja usai latihan teknik newaza. Tapi, tak terlihat rasa letih. Caca masih sempat melakukan sit up ringan.

Pria yang akrab disapa Caca ini bernama lengkap Ananda Mauludi Ikhsan. Dia, salah satu atlet yang sudah diresmikan ikut memperkuat Tim Nasional Jujitsu Indonesia di ajang Asian Games (AG) nanti. Pria kelahiran Bogor 5 Agustus 1996 ini ditargetkan meraih emas di kelas 56 Kg Newaza Putra. "Saya minta doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia," katanya pada POSMETRO.

Target yang diembankan pada Caca bukan tanpa perhitungan. Belum lama ini, Caca mengalungi medali emas dalam event UAEJJF Tokyo Grand Slam di Jepang. Itu bukan emas pertama Caca. Selama disiapkan menjadi atlet nasional jujitsu, Caca sudah meraih banyak prestasi. Pada 2016 lalu, Caca menyabet Emas di Kejuaran Nasional PBJSI. Dia jawara di kelas -56 Kg Newaza Putra. Setahun setelahnya, dalam kejuaran serupa, dia berdiri di podium kedua.

Caca juga menyabet perunggu di kejuaraan Siam Cup Bangkok Thailand Open 2017. Posisi ketiga itu diraih Caca di kelas -56 Kg Newaza. Setahun mengasah kemapuan, di tingkat internasional, Caca semakin tajam. Emas dia sabet di kelas -56 Kg Newaza pada kejuaran UAEJJF Thailan Pro 2018. Pada test event jujitsu, Maret 2018 lalu, Caca kembali mengalungi emas di kelas -62 Kg Newaza.

"Alhamdulillah, ini jadi awal yang bagus menjelang AG," ujarnya, setelah berhasil meraih emas di Jepang. "Mudah-mudahan prestasi saya bisa berlanjut di AG."
Prestasi itu diakui Caca bisa mendongkrak semangatnya untuk terus memperbaiki teknik. Fokusnya kini: emas di AG. Dia sangat ingin membentangkan merah-putih di podium tertinggi.

Diakui pemegang sabuk biru Indonesia Spider Jujitsu (ISJ) ini, tak mudah membentangkan sayap hingga sejauh ini. Dia mengaku, di awal-awal ikut kejuaran, dia sering mengalami kekalahan. Tapi Caca menjadikan kekalahan itu sebagai cambuk. "Hasilnya tak sia-sia," kata dia. Setelah sempat beberapa kali menang, Caca mencoba ikut seleksi Timnas. Tim seleksi kepincut melihat kecerdasan Caca menguasai teknik bantingan dan kuncian.

Setelah resmi bergabung dengan Timnas Jujitsu Indonesia, Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor ini memilih cuti dari kuliah. Tapi dia tetap ingin menyelesaikan kulihanya nanti. Sebab, dia sudah tercatat sebagai mahasiswa semester 5, jurusan Tarbiyah.

Terpisah, Manager Timnas Jujitsu Indonesia, Mahesa Arba menyebut, menargetkan dua emas pada AG mendatang. Satu emas ia harapkan dari Caca. "Sejauh ini, hasil uji coba di berbagai kejuaraan, Caca tidak mengecewakan," kata Mahesa. Berdasarkan hasil itulah, Mahesa mengaku tak berlebihan jika Caca bisa menjadi yang terbaik di kelas 56 Kg Newaza pada ajang pesta olahraga se-Asia itu. 

Selain sudah memilik teknik yang matang, Mahesa menyebut, Caca memiliki semangat juang yang tinggi. Caca dianggap sebagai aset bangsa yang harus terus dibina lantaran kini masih berusia muda.

Emas lainnya, kata Mahesa, diharapkan dari kelas -69 Kg Newaza Putra. Atlet yang sudah matang, Fransino Tirta. "Pernah menjadi 'Macan Asia' di Jujitsu pada tahun 2004 hingga 2009 lalu," kata Mahesa. Kini, atlet yang juga sebagai penggiat beladiri campuran ini diminta 'turun gunung'. "Selain menargetkan emas, kami juga sudah memetakan target untuk atlet lainnya," sebut Mahesa. Nama-nama lain yang dianggap potensial meraih medali diantaranya: Wahyu Handoko, Ilma Yeni Mega Wati dan sejumlah atlet jujitsu lainnya yang disaring dari berbagai perguruan jujistu di Indonesia.(chi)