Minggu, 19 Agustus 2018, 11:07
Kerugian Ratusan Juta

Bobol ATM Warga Karimun, Dua Orang Malaysia Diringkus

POSMETRO. CO: Dua warga negara Malaysia ini tak berkutik. Aksinya melakukan pencurian data nasabah di ATM milik warga Kabupaten Karimun terdeteksi. Dalam aksi yang kedua kalinya ini berhasil digagalkan Sat Reskrim Polres Karimun. 


Keduanya diketahui pertama bernama Tan Teh Yong, lahir di Kelantan pada 08 September 1979 seperti tertera di indetitas yang dimilikinya. Tan diketahui tinggal di Taman Ahmad Panglima Mukin Tanjung Chat 15300 Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.


Sementara pelaku kedua bernama Yeap Eng Wei, lahir di Pulau Pinang pada 12 Oktober 1982 lalu, Yeap diketahui berkerja sebagai Mekanik dan tercatat sebagai warga negara Malaysia dengan domisili di 374A East Jelutong 11600 George Town Pulau Pinang, Malaysia.


Penangkapan kedua pelaku kejahatan internasional ini dilakukan pada Minggu (19/8/2018) sekitar pukul 01.00 Wib dinihari. Saat itu Team Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun melakukan penangkapan terhadap dua orang Warga Negara Malaysia yg merupakan Pelaku Tindak Pidana Pencurian dan/atau Pemalsuan dan/atau Tindak Pidana di Bidang ITE dan/atau TPPU --(skimming)-- yang dilaporkan Pada tanggal 06 agustus 2018 pukul 21.00 wib oleh sejumlah nasabah Bank BNI di Karimun di kamar 6615 dan 6605 Hotel ASTON Karimun. 


Data yang dihimpun posmetro.co kejadian bermula atas laporan Korban dalam hal BNI Karimun pada awal Bulan Agustus 2018 lalu.

Bank mendapat pengaduan/komplain dari beberapa nasabah di Kabupaten Karimun bahwa nasabah tidak pernah melakukan transaksi  tarik tunai di Negara Malaysia namun pada print out buku tabungan terlihat adanya transaksi penarikan tunai di ATM Malaysia. 


Setelah ditelusuri ternyata ada orang lain yang melakukan transaksi dimesin ATM namun menggunakan kartu ATM lain yang berisi data korban/nasabah. Kegiatan pencurian data nasabah tersebut pun menjad perhatian publik, pasalnya kejadian ini sudah kedua kali terjadi di Kabupaten Karimun.  


Atas kejadian tersebut BNI wilayah Kabupaten Karimun dirugikan hingga ratusan juta rupiah dan segera melaporkan kepada divisi skimming BNI Pusat di Jakarta Selatan untuk dilaporkan ke pihak Kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut. 


Dari laporan tersebut Jajaran Sat Reskrim Polres Karimun dibawa komando Kasat Reskrim, AKP Lulik Febriantara SIK pun langsung melakukan penyelidikan, akhirnya pada Sabtu (18/8/2018) Team Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku tindak pidana pencurian --skimming-- sedang melakukan aksinya kembali di wilayah Karimun. Kemudian Polisi berkoordinasi dengan Pihak BNI Cabang Tanjungbalai Karimun untuk mendeteksi adanya kegiatan ilegal di ATM mana saja.


"Akhirnya pada Minggu (19/8/2018) sekitar pukul 01.00 wib diterima laporan adanya ATM Padimas (depan Hotel ASTON) yang sedang dilakuan kegiatan ilegal, selanjutnya kita kembangkan kemudian berhasil mendapatkan informasi keberadaan terduga pelaku sedang berada di kamar nomor 6615 dan 6605 Hotel ASTON Karimun, saat itu keduanya kita lakukan penangkapan di kamar hotelnya," ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudia SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Lulik Febriantara SIK kepada posmetro.co, Minggu pagi kemarin.(ria)