Senin, 20 Agustus 2018, 16:43

Ratusan Driver Gocar Minta Kejelasan Bonus ke Gojek

BATAM, POSMETRO.CO : Ratusan pengemudi angkutan online dari Go Car, mendatangi komplek Ruko Regency Park Blok IV no 42, Kecamatan Lubuk Baja, Senin (20/08) siang. Mereka mengharapkan mediasi terhadap perubahan bonus dan point dari Go Car. Namun saat itu, Kantor Gojek Indonesia cabang Batam sudah pindah tempat.

Barito Aritonang, pengelola Ruko Regency Park Blok IV no 42 menyebut, sebelumnya kantor Gojek Indonesi cabang Batam masih tinggal di tempat yang di kelolanya. Tapi sejak tanggal 17 Agustus 2018, kontrak kantor Gojek tersebut sudah habis.

"Kantornya tak di sini lagi, tapi para driver masih mendatangi lokasi. Informasinya, kantor Gojek itu sudah pindah ke Sukajadi," tegas Barito Aritonang. 

Sementara itu, Rudi selaku Sekretaris Umum Asosiasi Driver Online(ADO) Kepri mengakatan, para driver sempat kecewa lantaran kantor Gojek Indonesi pindah secara diam diam. Dengan demikian, mediasi yang dilakukan itu tidak bisa menemukan titik terang.

"Kami datang ke sini untuk mencari solusi terkait perubahan tarif dan bonus, tapi masalahnya kantor Gojek cabang Batam sudah pindah terlebih dahulu," ucapnya.

Rudi menjelaskan, awalnya Gojek Indonesia menjanjikan bonus Rp 300 ribu kepada driver dengan target 12 poin dalam waktu 24 jam. Namun bonus tersebut di kurangi menjadi Rp 140 ribu dengan target 16 point.

"Inilah yang perlu dikaji ulang. Dengan adanya perubahan kenaikan poin dan penurunan bonus ini, maka para driver akan merasa terbebani," ujarnya.

Rudi melanjutkan, jika pun perubahan itu dilakukan, maka antara driver dan gojek Indonesia cabang Batam harus membuat persetujuan untuk menaikkan tarif. Sebelumnya, dalam jarak tempuh 3 km meter, maka tarifnya hanya Rp 11 ribu. Para driver pun meminta tarif 3 km di naikkan menjadi Rp 25 ribu. 

"Jangankan cari 16 poin, cari 12 poin saja sudah sangat susah. Dan ini menjadi beban bagi driver," ulasnya.

Masih dengan Rudi, mediasi yang dilakukan ini sudah ke 6 kalinya. Karena belum ada solusi, para driver meminta supaya aplikasi gojek ditutup sampai ada kejelasan. Tapi masalahnya, Gojek cabang Batam tidak bisa menutup aplikasi tersebut. Hingga kini, Rudi mengatakan ada 5 ribu driver Go Car di Kota Batam. Namun hanya 3. 400 driver yang aktif. Sementara 40 persen diantaranya sedang melakukan kredit mobil, selainnya di sewa dan ada sudah miliknya sendiri. (jho)