Senin, 27 Agustus 2018, 15:13
''Alhamdulillah Sejak Pakai BPJS Kesehatan Biaya Pengecekan Gratis''

Derita Anatasya, Bocah 9 Tahun Bocor Jantung

BATAM, PM: Anatasya hanya bisa menatap sayu saat melihat kawan-kawan sebayanya berlarian. Dia hanya bisa menyaksikan kawan-kawannya itu saling berkejaran. Sebenarnya, terbersit juga keinginan bocah sembilan tahun itu untuk ikut berlari bersuka ria. Seperti teman-temannya itu. Tapi apa daya, kondisinya tak memungkinkan.

Kawan-kawannya itu, bukan tak mau mengajak Anatasya ikut bermain, Minggu (12/8) sore itu. Mereka sengaja tak mengikutsertakan Anatsya karena tahu anak pertama dari pasangan Didik Arifianto (41) dan Idun Fitri (33) itu sedang sakit. Jantungnya mengalami kebocoran.


Gadis bernama lengkap Anatasya Safitri Arifianto itu mengalami penyakit itu sejak dari lahir. Namun orang tua Anatasya sempat tak mempercainya. "Awalnya mantri (juru rawat) yang bilang jika jantung anak saya mengalami kelainan," kenang Idun saat ditemui di rumah kontrakanya, Cipta Permata Blok K1 nomor 36 RT 1 RW 20, Bengkong Sadai.


Idun dan Didik membawa anaknya untuk rontgen di rumah sakit Awal Bros, Lubuk Baja. Dari sanalah awal mula ia mengetahui penyakit anaknya. Beberapa kali Idun dan suaminya membawa anaknya untuk cek kesehatan di sana. "Sekali cek, Rp1,2 juta. Biaya itu cukup besar bagi kami. Kami tak sanggup membiayainya. Sementara anak saya waktu itu belum punya BPJS Kesehatan," sebutnya.


Menurut Idun, dokter mengatakan jika ada kebocoran dan pembengkakan di jantung siswi kelas 3 SDN 06 Bengkong tersebut. Bengkakan tersebut  berisi cairan. Jalan satu-satunya untuk pengobatan hanyalah operasi. Jika tidak, cairan itu bisa pecah dan masuk ke paru-parunya. Akibatnya, bisa fatal. "Kata dokter. Kalau tidak cepat-cepat di operasi, nanti ibu sendiri yang rugi. Karena kalau terlalu lama dibiarkan, tidak bisa diobati lagi," kata Idun sambil menyeka air matanya yang mulai menetes.


Idun sempat meragukan hasil analisa dokter. Untuk memastikan penyakit anaknya, Idun dan suaminya melakukan pengecekan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Sekupang. Jawaban dokter pun sama. "Kalau kecapekan, nafasnya sesak. Langsung keluar keringat dingin " sebutnya. 


Sudah kurus badan Anatasya karena digerogoti penyakit yang sudah lama dideritanya. Kala malam, tidur Anatasya jarang nyenyak. Natasnya sesak. "Pernah dia kecapekan main, jadi kejang-kejang seperti orang mau lewat," kenang Idun.


Idun dan suami ingin segera merujuk anaknya ke RSCM Jakarta. Namun mereka tidak memiliki biaya. Idun tak bekerja. Sementara suaminya hanya pekerja serabutan. "Saya khawatir dengan penyakit anak saya. Tapi kami tidak punya biaya. Kalau BPJS anak," ujarnya.


Untuk mengurangi beban biaya, Idun disarankan pihak rumah sakit agar mendaftarkan anaknya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Perangkat perumahan seperti RT, RW dan Kelurahan Sadai juga berperan. Mereka membantu keluarga ini mengurusnya.


Sudiyono, Ketua RW 20 Perumahan Cipta Permata Kelurahan Sadai membenarkan hal ini. Sudiyono juga telah membantu mempermudah keluarga Anatasya dalam pengurusan surat keterangan keluarga tidak mampu. Pasalnya. Keluarga ini memang tergolong keluarga menengah ke bawah. Penghasilan suami Idun, Didik tidak menentu. "Alhamdulillah, sejak pakai BPJS Kesehatan biaya pengecekan sudah gratis," sebutnya.


Sudiyono juga telah menyampaikan ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Batam tapi, sampai sekarang belum ada turun untuk melihat kondisi anak tersebut. "Nanti kita juga akan gelar galang dana di lingkungan RW 20," ungkapnya.


Sudiyono berharap adanya masyarakat kota Batam yang dermawan dan mau mengulurkan tangan untuk biaya keberangkatan Anatasya ke Jakarta. Para dermawan bisa menghubungi langsung nomor hape Didik, 081364148144. Atau bisa langsung mengirimkan ke rekening tabungan Idun,  BRI  1516-01-018602-50-3  atas nama Idun Fitri.

 

Jangan Tunggu Sakit, Sedia Payung Sebelum Hujan


Sementara itu, Maihendra, Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Batam berharap masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan menjadi peserta maka, akan banyak manfaat yang dirasakan. "Dipastikan keuangan peserta tidak akan terganggu ketika sakit," unhkapnya.


Selain itu, akses pelayanan tidak hanya didapat di kota tempat peserta mendaftar. Namun akses pelayanannya sudah se-Indonesia. Jika peserta mengalami emergency, peserta bisa langsung dibawa ke IGD rumah-rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. "Kalau memang harus dirujuk ke rumah sakit lain maka, BPJS Kesehatan akan menanggungnya. Asalkan ada rekomendasi dari dokter atau rumah sakit tempat pengecekan awal," jelasnya.


BPJS Kesehatan juga tengah menggalakkan masyarakat sehat dengan menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan. Pemerintah Daerah pun menyemarakkan dengan mewajibkan setiap karyawan perusahaan swasta maupun pemerintah menjadi peserta JKN-KIS. "Jangan tunggu sakit dulu. Sedia payung sebelum hujan. Peserta JKN-KIS kalau sakit, tinggal tunjukkan kartu sakti saja" ujarnya.


Dari data yang didapat pewarta dari BPJS Kesehatan cabang Batam, dari 1.055.040 jiwa penduduk di Kota Batam, sampai 1 Agustus ini sudah 977.055 jiwa yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. "Sudah 93 persen masyarakat Kota Batam yang menjadi peserta JKN-KIS. Target kita 95 persen," Irfan Rachmadi, Kabid SDM Umum dan Pelayanan Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam menambahkan. (devrizal)