Rabu, 12 September 2018, 15:23

PT Nagano Stop Operasi, Puluhan Pekerja Kelabakan

BATAM, POSMETRO.CO : PT Nagano Drilube Indonesia berhenti beroperasi. 54 buruh perusahaan tersebut dirumahkan sejak Rabu (5/9) kemarin. Gaji karyawan bulan Agustus yang seharusnya dibayarkan pada awal September ini juga belum dibayarkan hingga Rabu (12/9).

Nursani, salah seorang buruh perusahaan ini menceritakan, pada Selasa (4/9), pihak Batamindo mendatangi PT Nagano Drilube Indonesia. Mereka memadamkan listrik. Ke esok harinya, para buruh di rumahkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Merasa curiga, para buruh kembali mendatangi perusahaan yang berada di kawasan Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning, Sei Beduk tersebut. Para buruh mendapat informasi jika perusahaan tersebut stop operasi.  Buruh perusahaan kelabakanan. Mereka khawatir perusahaan tutup dan Owner Perusahaan tidak membayarkan hak mereka. "Jadi setiap hari kami gantian untuk jaga aset perusahaan yang ada," kata buruhbyang sudah 18 tahun bekerja di perusahaan itu.

Sri Hastuti, Ketua PUK PT Nagano Indonesia mengatakan, perusahaan tersebut memang sudah melakukan pengurangan karyawan sejak Tahun 2014 silam. Banyak buruh yang sudah di PHK hingga akhirnya, buruh perusahaan tersebut hanya tersisa 54 orang. Dari 54 buruh tersebut, 39 orang diataranya berstatus permanen. 

"Kami juga sudah mengirimkan email ke Jepang (pada Owner Perusahaan). Mereka membalas dan menyebut tidak sanggup lagi memberikan dana suntikan untuk PT Nagano Batam," ungkapnya.

Sementara itu Ayung, Manager Admin dan General Affair BIP menjelaskan jika, perusahaan tersebut hanya stop operasi dan belum tutup. Pasalnya, untuk mengurus penutupan suatu perusahaan, harus mengikuti prosedur yang ada. "Yang kita tahu saat ini, PT Nagano sedang mengalami kondisi keuangan yang tidak sehat," sebutnya.

Selama ini, perusahaan tersebut juga menyicil membayar listrik. Bahkan, perusahaan itu juga memiliki hutang gas senilai Rp 40 juta pada perusahan penyuplainya.

Manajemen PT Nagano juga telah melakukan rapat dengan Disnaker Kota Batan, BP Batam dan, serikat buruh beberapa waktu lalu. Presiden direktur PT Nagano Indonesia sedang membicarakan hak-hak buruh dengan Ownernya di Jepang. "Saat ini, karyawan perusahaan sedang mengiventarisasi aset perusahaan. Apabila Owner tidak sanggup membayar maka, aset yang ada akan dihitung nilainya untuk menutupi hutang yang ada," jelasnya.(ddt)