Kamis, 13 September 2018, 16:09

Mau Culik Anak Perempuan, Ketahuan Neneknya, Ini yang Terjadi Pada Pelaku

PINANG, POSMETRO.CO : Warga Jalan Sultan Mahmud, Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari mengamankan seorang pria yang diduga akan melakukan penculikan terhadap seorang anak perempuan pada Rabu (12/9) sore. Pria yang diketahui bernama Ngatimin alias Nanang (32) akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian setempat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.10 WIB saat seluruh siswa dan siswi pulang sekolah. Namun, kejadian itu diketahui oleh sang nenek yang kebetulan berjualan gorengan tak jauh dari sekolah tersebut.

"Cucu saya mau ditarik tangannya," kata Nurlela (53) saat ditemui POSMETRO di Mapolsek Bukit Bestari. Nurlela menceritakan, bahwa peristiwa itu terjadi seketika saat sang cucu baru keluar dari sekolahnya. Tiba-tiba, seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor yang awalnya duduk di pinggir jalan menarik tangan cucunya yang masih duduk di bangku kelas 4 tersebut.

"Cucu saya langsung menjerit, saya langsung lari. Saya tanya, kenapa kamu, itu oom itu nek," kata Nurlela meniru cucunya. Setelah itu, kata Nurlela, ia melihat laki-laki yang diketahui bernama Ngatimin itu bersembunyi di balik sepeda motornya tersebut. Menurutnya, cucunya itu memang setiap hari pulang sekolah berjalan kaki, karena jarak sekolah menuju rumah tidak jauh.

"Ngumpet di motornya. Kata saya, kamu mau mencuri cucu saya. Dan dia diam saja, lalu warga langsung kerumunan, dan anak saya mau tunjang (tendang), saya bilang jangan," ujarnya.

Sementara itu, di Mapolsek Bukit Bestari, anak perempuan itu tampak duduk di samping seorang gurunya. Tiara merupakan wali kelas 4 di sekolah tersebut. "Memang disekolah kita berikan pendidikan, kita sudah sering ingatkan ke anak-anak terkait maraknya isu penculikan anak, makanya siswi saya langsung berontak," tuturnya. 

Kapolsek Bukit Bestari, Kompol Arbaridi Jumhur menuturkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penculikan anak tersebut. Namun, pihaknya sendiri belum bisa memastikan bahwa peristiwa itu merupakan aksi tindak pidana, karena kondisi psikologis pria tersebut belum stabil.

"Kalau dari versi warga itu penculikan, tapi kan kita harus mintai keterangan dari dia, tapi kondisi dia sekarang agak-agak tidak nyambung. Jadi saat ini belum ada unsur tindak pidananya," kata Jumhur.(bet)