Minggu, 23 September 2018, 10:17

Bau Menyengat Gegerkan Warga Karimun

KARIMUN, POSMETRO. CO:  Warga Karimun digegerkan bau menyengat yang tercium Sabtu (22/9/2018) malam kemarin. Asal bau pun ditengarai berasal dari lahan kosong timbunan yang berada di balik pagar Warga Kuda Luat Baran 1, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral. 

Aroma yang menyengat kuat hingga 100-an meter ini semakin membuat warga penasaran. Lokasi asal aroma tak sedap itu pun semakin dikuatkan berada di lahan timbunan tersebut. Hal ini pun langsung dilaporkan ke Polisi.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan polisi pun memasang garis polisi di sekitar tanah timbunan yang diduga merupakan titik aroma muncul tak jauh dari bibir pantai dekat Pantai Pak Imam, Baran 1.


“Baunya menyengat sejak maghrib tadi, tapi belum tahu bau apa ini, tapi seperti bau bangkai,” ucap warga Sabtu malam.


Ratusan warga pun berbondong-bondong mendekati lokasi tersebut. Sejumlah pertanyaan pun muncul, mulai dari aroma dari bau bangkai binatang, aroma sampah yang menguap melihat lokasi merupakan bekas rawa dan banyak sampah sebelum ditimbun, hingga ada yang berasumsi merupakan bau dari mayat manusia.


Namun sampai, Minggu (23/9/2018) pagi misteri asal bau tersebut belum terungkap. Polisi yang datang malam itu pun bersama sejumlah warga mencoba menggali tanah timbunan tersebut, namun setelah dua lubang digali dengan kedalaman berkisar setengah meter belum menemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan.


Namun dari dalam galian sempat ditemukan tiga buah sandal berbeda, satu buah sandal berwarna biru dengan tali krim bagian sebelah kanan, satu buah sandal ukuran anak-anak juga berwarna hitam dengan tali hitam sebelah kiri dan satu buah sandal ukuran dewasa seperti milik wanita berukuran agak besar bagian sebelah kiri warna kirim.


Namun belum dapat dipastikan apakah benar sandal tersebut merupakan sandal beberapa anak yang tertimbun dalam tanah dan menyebabkan aroma tak sedap itu.


Namun penemuan sandal ini membuat warga curiga akan adanya anak-anak yang tertimbun dalam lahan tersebut.


Ketua RT 01, Arifin yang ditemui Minggu (23/9/2018) pagi menyatakan bau menyengat itu pertama kali tercium sejumlah warganya dan dirasakan semakin kuat lantaran angin mengarah ke perumahan warga.


“Malam itu kami mencari asal aroma itu dan semakin kuat di ketahui dari lahan timbunan tersebut,” ucap Arifin.


Ia juga menjelaskan, ia bersama warga sampai saat ini belum bisa memastikan secara pasti asal sumber bau tersebut. Untuk memecahkan misteri ini, ia pun bersama warga berharap dapat dilakukan penggalian di lokasi yang sudah di police line oleh polisi tersebut.


“Rencananya mau digali lebih dalam, tapi butuh waktu lama kalau dengan manual, karena tanahnya sudah keras, semalam udah digali karena terlalu keras dihentikan, rencananya hari ini ingin digali lagi, sudah koordinasi dengan kepolisian katanya mau menggunakan alat berat untuk mempercepat proses penggalian,” paparnya.


Sementara Kapolsek Meral Akp Hadi Sucipto yang dikonfirmasi membenarkan adanya aroma tak sedap yang tercium oleh warga sekitar. Namun aroma apa sebenarnya ia belum dapat menyimpulkan.


“Malam tadi sudah dilakukan penggalian dan sudah berhasil berkisar 1 sampai 1.5 meter, namun tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan. Memang ada tercium bau tersebut, namun bisa disebabkan berasal dari bau yang bermacam-macam,” tambahnya.


Sementara terkait rencana melanjutkan penggalian kembali, Kapolsel Meral menyatakan masih menunggu koordinasi.


“Kita sedang koordinasi dengan warga, karena tadi malam sudah kita gali sampai 1,5 meter dua tempat di lokasi yang dicurigai namun belum ditemukan ada tanda-tanda yang mencurigakan, selain itu tanahnya masih cukup keras, jadi dihentikan. Namun untuk diketahui sudah kita lakukan penggalian di sejumlah lokasi lain semua tanah yang dicangkul juga terasa ada bau dan baunya seperti bau lumpur pantai,” tandas Hadi.

Namun untuk saat ini pihaknya masih melakukan kordinasi terkait hal ini untuk melakukan tindak lanjut.(ria)