Minggu, 23 September 2018, 12:55

Niatnya Balas Dendam, Malah Ini yang Dialami Si ABG

BATAM, POSMETRO.CO : Dua kelompok remaja tawuran, di Simpang Empat Nato, Kecamatan Sagulung.  

Akibatnya, seorang dari salah satu kelompok itu harus di larikan ke rumah sakit, lantaran mengalami luka bacok di bagian tangan serta luka akibat benda tumpul di bagian kepala.

Informasi yang dirangkum POSMETRO, kejadian di dasari karena balas dendam. Sebab seminggu lalu, seorang remaja berinisial JND mendapatkan pengeroyokan dari kelompoknya ZR. ABG berumur 15 tahun itu dikeroyok di sekitaran SP Plaza, Kecamatan Sagulung.

Ternyata pengeroyokan itu berbuntut panjang. JND tidak terima di perlakukan seperti itu. Hingga Sabtu (22/09) sekitar pukul 21.00 WIB, JND bersama dua rekannya kembali melakukan penyerangan terhadap kelompok Zr. Kelompok Zr yang saat itu berada di sekitara Alfamart Simpang Nato, Sagulung langsung dikejar.

Kejadian itu pun sempat mengehobohkan warga. Sebab kelompok JND datang sambil menenteng sebilah parang. Meski demikian, kelompok Zr tetap melakukan perlawannan dengan menggunakan balok kayu.

"Kedua kelompok sempat kejar kejaran, hingga akhirnya JDN yang ingin membasal dendamnya malah mengalami luka benda tumpul di bagian kepala," ucap AKP Yudha Surya, Kapolsek Sagulung. 

Selain mendapatkan luka di bagian kepala, JND pun mengalami luka bacok di bagian tangan kanannya. Akibat kejadian tersebut, JND tidak sadarkan diri hingga di larikan ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Embung Fatimah, Batuaji.

"Begitu kami mengetahui informasi, anggota langsung ke TKP. Sementara 2 teman JND sudah kabur, kempok ZR pun sudah tidak ada di TKP," ucapnya. 

Hingga saat ini, Yudha Surya menyebut korban belum membuat laporan resmi terkait pengeroyokan itu. Bahkan korban sendiri tidak lagi dirawat di rumah sakit Embung Fatimah, melainkan sudah di bawa pulang oleh keluarganya. 

Polsek Sagulung juga berhasil mengamankan sebilah parang dan satu gitar yang sudah pecah akibat perkelahian. Sejauh ini, Polsek Sagulung masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku pengeroyokan.

"JND di sebut sebut sebagi kuli bangunan, tapi di samping pekerjaannya, ia memiliki kelompok gabungan remaja." tutupnya. (jho)