Senin, 01 Oktober 2018, 14:39

Penyelelidikan Kecelakaan Maut di Seraya Dihentikan Polisi

BATAM, POSMETRO.CO : Kecelakaan tunggal yang menewaskan lima penumpang mobil Toyota Avanza Hitam BP 1710 GG dan satu lainnya kritis di Jalan Yos Sudarso tepatnya di atas terowongan Seraya, Sabtu (29/9) dini hari tepatnya pukul 01.30 WIB, sudah dihentikan penyelidikannya. 

Sebab Eko, pengendara mobil sudah tewas. Meski demikian, mobil tersebut tetap ditahan di Mapolresta Barelang. 

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati menjelaskan, penyidikan terkait laka tersebut sudah di SP3 (Surat Penghentian Penyidikan Perkara). Hal itu dilakukan karena supir mobil BP 1710 GG sudah meninggal dunia. Bahkan kecelakaan itu merupakan laka tunggal.

Akibat kejadian tersebut, lima orang meninggal dunia. Ke lima korban diduga tewas karena kepalanya terbentur veleg mobil. Sebab di dalam mobil yang korban gunakan terdapat beberapa veleg mobil. 

"Setekah dilakukan pemeriksaan, kepala korban mengalami luka yang diduga karena benturan veleg, sebab di dalam mobil ada banyak veleg," pungkasnya saat di konfirmasi, Senin (1/10) siang.

Seperti yang diketahui, di dalam mobil tersebut terdapat enam orang penumpang. 6 pria itu bernama Eko, Rajaki, Erik, Leo, Edi dan Zul Kipli. Sementara pria bernama Zul Kipli masih kritis dan masih dirawat intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) kota Batam. 

"Keluarga yang kritis sudah datang sejak Sabtu kemarin. Sekarang masih dirawat di rumah sakit," papar Efendi Marpaung, Kanit Laka Polresta Barelang.

Efendi Marpaung melanjutkan, empat korban yang meninggal sudah bertemu dengan keluarganya. Sementara satu korban lainnya masih dalam upaya menghubungi pihak keluarga.

"Tiga orang korban sudah dikebumikan pada hari Minggu (30/9/2018) di Sei Temiang. Korban sendiri tinggal di Sagulung," ungkapnya 

Sedangkan korban yang satunya sudah di jemput oleh keluarganya dan di bawa ke Mandoge Sumatera Utara dengan menggunakan pesawat Lion Air keberangkatan Senin (1/10).(jho)