Jumat, 05 Oktober 2018, 09:33

Bawaslu akan Libas APK Bodong

BATAM, POSMETRO.CO : Meski sudah memasuki masa kampanye, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam meminta kepada semua peserta pemilu, agar mentaati aturan yang sudah ditentukan di Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Kampanye Pemilu. 

Pasalnya, Bawaslu banyak menemukan calon legislator (caleg) melanggar, dalam pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). 

Komisioner Bawaslu Kota Batam, Mangihut Rajagukguk, mengatakan, KPU sudah menetapkan titik-titik pemasangan APK di Kota Batam. 

Namun, Bawaslu banyak menemukan APK yang peletakannya tak sesuai titik. Kebanyakan, pelanggar ini merupakan caleg yang meletakkan spanduk maupun baliho di sembarang tempat. 

“Ada ratusan yang melanggar. Kami minta diturunkan atau kami yang tindak,” kata Mangihut, Kamis (4/10). 

Ia menjelaskan, sesuai dengan PKPU Nomor 23 tahun 2018, peletakan dan jumlah APK sudah diatur. 

Pemasangan APK hanya boleh dilakukan partai politik (Parpol) dan KPU. Jumlahnya pun dibatasi. Jadi, tidak diperbolehkan caleg memasang baliho pencitraan kampanye. 

“Sekarang kami lihat banyak sekali caleg-caleg yang pasang baliho sendiri, bahkan di perumahan juga ada. Inikan tidak boleh. Titik-titiknya kan sudah diatur,” ungkapnya. 

Jika membandel, Bawaslu akan menurunkan paksa APK bodong ini. Bawaslu memberi waktu satu minggu agar caleg yang bersangkutan menurunkan APK-nya. Pemasangan APK boleh dilakukan kembali, jika parpol yang memasang sesuai titik yang sudah ditetapkan. 

“Kami juga meminta agar parpol juga mengimbau kepada caleg-caleg mereka untuk tidak memasang APK pribadi. Yang boleh itu parpol. Kalau pribadi dilarang,” jelasnya. 

Ditegaskan, ada perbedaan aturan APK pada pemilu 2014 dengan pemilu 2019. 

Periode ini, pemerintah membiayai pengadaan APK dan jumlah yang dipasang sangat terbatas. 

“Jadi tak boleh sembarang pasang lagi. Desainnya juga diatur dalam PKPU. Ini yang sekarang kami temukan banyak sekali yang melanggar,” ungkapnya. 

Selain baliho dan spanduk yang berjejer di jalan, Bawaslu juga menemukan pelanggaran APK yang dipasang di pohon dan rumah ibadah. 

“Kalau tidak ditertibkan juga kami yang akan turunkan,” tukasnya. 
Komisioner KPU Batam, M. Sidik mengatakan, untuk APK parpol yang difasilitasi KPU, sampai saat ini belum dicetak lantaran, anggaran dari pusat belum turun. Akan tetapi, seluruh parpol sudah menyerahkan desain APK. 

“Belum kami cetak. Jadi yang terpasang sekarang di jalan itu bukan dari KPU,” ujarnya. 

Ia menyebutkan untuk titik-titik APK sudah ditentukan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan BP Batam dan Pemko Batam terkait pemasangan APK tersebut. Adapun total titik APK sebanyak 45 titik untuk baliho dan 159 titik untuk spanduk se-Kota Batam.(iik)