Rabu, 10 Oktober 2018, 10:26

Kapolres Karimun Ajak Pengguna Medsos Kenali Hoax

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pengguna Media Sosial (Medsos) apapun diharapkan untuk bijak, dalam mempublish apapun dengan cermat. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengguna Medsos bersentuhan dengan hukum yang berlaku. Aturan tertib dalam menggunakan Medsos diatur dalam UU nomor 19 tahun 2016.


Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya SIK mengajak seluruh elemen masyarakat agar bijak dalam menggunakan Medsos. Ia pun tak ingin masyarakat harus bersentuhan dengan hukum atas postingan-postingan yang dinilai tidak benar atau hoax.


“Mari kita bijak dan cermat dalam memposting apapun sebelum mengecek kebenarannya, mari sama-sama kita berikan edukasi dan pemahaman untuk bersama memerangi hoax,” ucap Hengky.
Seperti yang terjadi baru-baru ini atas postingan pengguna Medsos dengan akun Uncu Siputra Bungsu yang diketahui berinisial Bam. 


Pemilik akin Facebook ini pun diamankan Satreskrim Polres Karimun lantaran memposting penemuan bayi yang dibuang yang disebutnya berlokasi di Guntung Punak. Meski akhirnya pemilik akun pun melakukan klarifikasi dan permohonan maaf di akun miliknya atas postingan yang tidak benar tersebut. Namun apa daya, Bam harus berurusan dengan kepolisian lantaran dinilai telah menyebarkan informasi bohong. Ia pun diamankan polisi di lokasi Puakang pada Senin (8/10/2018) siang.


Terkait hal ini, Hengky membenarkan telah mengamankan pemilik akun tersebut. Namun prosesnya masih di penyidik. Pengamanan dilakukan sebagai bentuk tindakan preventif agar tidak melebar lebih jauh. “Kita amankan, namun prosesnya masih di Reskrim,” terangnya.


Kapolres Karimun ini juga berencana mengajak pengguna Medsos dalam waktu dekat untuk duduk bersama. Hal ini dilakukan untuk memberikan edukasi agar tidak mudah dalam memposting tulisan, gambar atau apapun di medsos yang dapat menjerat pengguna Medsos ke permasalahan hukum.


“Mari kita bijak, sampaikan yang benar-benar saja, cek kebenaran sebelum memposting apapun, hingga menghindari kita bersama dalam permasalahan hukum. Mari kita bersma perangi hoax,” tegas Hengky.(ria)