Rabu, 10 Oktober 2018, 10:53

Minim Sentuhan Pemerintah, Sekolah Sepak Bola di Karimun Terus Bangkit

KARIMUN, POSMETRO.CO: Di bidang olah raga, Kabupaten Karimun sesungguhnya tak perlu lagi di ragukan. Atlet-atlet olah raga asal Bumi Berazam dapat dibilang mampu menjulang hingga ke tingkat nasional. Bukan hanya itu bahkan mengharumkan nama Propinsi Kepri pada umumnya dan Kabupaten Karimun sudah menjadi hal yang biasa.

Namun kini, bidang olah raga di Karimun mulai memperlihatkan penurunan, seperti di bidang persepak bolaan. Atlet lapangan rumput hijau ini kini mulai bersinar. Bahkan sekolah sepak bola sepertinya kembali membutuhkan 'sentuhan' pemerintah setempat untuk terus mencetak para atlet tangguh tersebut.

Beberapa sekolah sepak bola yang telah eksis dalam menciptakan dan membina para pemainnya hingga berhasil merebut piala perlombaan bergengsi lainnya hingga kini masih jauh dari kata sejahtera.

Sebut saja SSB Putra Karimun, SSB Assmuda, SSB Tunas Bahari dan lainnya hingga kini telah berhasil mencetak bintang-bintang lapangan hijau asli Kabupaten Karimun. Namun sentuhan pemerintah daerah membuat salah satu sekolah sepak bola di  Karimun khawatir akan perkembangan atlet asli Kabupaten Karimun.

Rasa khawatir pun mulai tertanam dari salah satu pembina Sepa Bola Assmuda, Edi Rosa. Selaku Pembina di Assmuda Karimun, Edi Rosa mengatakan sejak tahun 2004 ia dan timnya telah berkecimpung di dalam dunia olahraga sepak bola. Bahkan dari kerja keras timnya mampu menghasilkan pemain-pemain andalan tercipta.

"Sekolah sepak bola ini terbentuk sejak tahun 2004 lalu. Banyak sudah pemain-pemain Karimun ini yang merupakan hasil didikan kita," kata Edi Rosa di lapangan sepak bola Pelipit, Kelurahan Sungai Lakam, Tanjungbalai Karimun, Rabu (10/10) kemarin.

Berkutat di dunia sepak bolah sudah tak perlu diragukan lagi, timnya telah teruju mencetak bintang di lapangan, untuk diketahui sekolah sepak bola yang dibinanya juga berhasil merebut piala bergengsi di tanah air seperti Kejuaraan Menpora U14 tahun 2004, Piala Danone U11 tahun 2006 dan beberapa pertandingan tingkat nasional lainnya.

"Masih banyak lagi pertandingan-pertandingan yang berhasil di raih. Semua itu direbut oleh anak-anak Karimun," katanya.

Pria yang mengaku sempat masuk tim pelatih sepak bola nasional ini mengatakan, di tengah bergelimangnya prestasi bagi putra Karimun, lagi-lagi sekolah sepak bola ini luput dari sentuhan tangan dingin intansi terkait.

"Selama ini untuk dapat menjalankan sekolah ini ya dari swadaya masyarakat, wali murid dan para donatur lainnya," katanya.

Lanjutnya dari dana swadaya tersebut tidak banyak yang dapat dilakukan, namun menurutnya dari swadaya tersebut, perlahan-lahan ia dan timnya berhasil membuktikan eksistensinya di kancah dunia persepakbolaan Karimun.

"Belum ada sentuhan pemerintah atau intansi terkait, Selama ini kita berjalan dari hasil swadaya masyarakat, wali murid dan beberapa donatur," katanya.

Kendati demikian, hal ini bukan menjadi halangan, namun ia menyatakanya sebagai sebuah tantangan, sejumlah mimpi masih dikenangnya. Kerja keras timnya tidak akan berhenti sampai di sini, keinginan untuk merebut kejuaraan-kejuaraan lainnya akan terus di raihnya.

"Saat ini kita mempersiapkan untuk perlombaan Askab PSSI Karimun di Buru pada November nanti," celetuknya dalam obrolan kecil pagi itu.

Di samping itu, hasil didikannya juga terbilang cukup profesional, para pemain sebelumnya telah dibekali dengan teknik menyerang dan strateginya.

Anak-anak usia belasan tahun yang dilatih tersebut sepintas masih ingusan, namun tidak saat berada di lapangan hijau, aksi menggiring bola hingga mencetak score pun sudah difahaminya.(ria/*)