Rabu, 10 Oktober 2018, 13:55

perusahaan Besar Bersaing Kelola Air di Batam

BATAM, POSMETRO.CO : Sejumlah perusahaan besar dalam dan luar negeri berminat untuk mengelola Waduk Tembesi, Batam. Perusahaan-perusahaan besar ini dipastikan akan turut serta dalam Market Sounding yang akan dibuka pada akhir Oktober mendatang.

“Tampaknya pengelolaan air ini jadi primadona. Begitu informasi ada, banyak yang mengungkapkan minatnya untuk ikut,” ujar Deputi Pengelolaan Sarana Lainnya Badan Pengusahaan (BP) Batam, Eko Budi Soeproyanto, beberapa hari lalu.

Eko menyebutkan, dari sejumlah perusahaan besar yang telah berpengalaman dalam urusan pengelolaan air bersih. Dari dalam negeri ada nama PT Moya Holdings Asia Limited. Perusahaan ini telah mengembangkan lima perusahaan pengelolaan air swasta di Indonesia. Beberapa diantaranya ada di Jakarta, Tanggerang dan Bekasi. Lalu dua raksasa China yakni China yakni China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan China Railway Construction Corporation Limited juga menunjukan ketertarikannya untuk mengelola waduk Tembesi.

"Mereka tertarik untuk mengelola waduk di Tembesi. Dan kita sambut baik," kata Eko lagi. Kendati bergerak dibidang manufaktur dan konstruksi, CSCEC berpengalaman dalam pembangunan dan pengelolaan sistem Air Saluran Masuk dan Proyek Pengolahan Air Baku di Nigeria. Lingkup pekerjaan meliputi desain, pembelian, pasokan, instalasi, debugging dan pengujian, pelatihan dan komisioning sistem Pengambilan Air Baku dan Instalasi Pengolahan Air Baku, termasuk teknologi, peralatan listrik, meteran dan pekerjaan sipil.

Perusahaan penyedia air minum asal Filipina, Manila Water Company Inc (MWC) juga turut ambil bagian. Perusahaan ini baru saja mengakuisisi 20 persen saham perusahaan pemasok air di Indonesia, PT Sarana Tirta Ungaran pada Maret 2018 silam. Sarana Tirta Ungaran adalah perusahaan pemasok air yang melayani Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang. 

Perusahaan Jepang Yokohama Water juga akan turut berpartisipasi dalam lelang. Perusahaan ini telah memiliki pengalaman mengerjakan proyek Non Revenue Water (NRW) reduction di Medan, Indonesia. Eko menjelaskan, bahwa proyek ini dikerjakan dengan pembiayaan dari Badan Kerjasama Internasional Jepang atau yang lebih sering dikenal sebagai JICA, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pemain di Batam juga tak mau ketinggalan. 

"Kalau ATB sendiri juga merupakan salah satu perusahaan yang kita akui terbaik di Batam," bilangnya bangga.

ATB katanya memiliki pengalamannya, selama mengelola air bersih di Batam mendapat perhatian tersendiri. Sebagai buktinya, perusahaan ini telah mendapat sejumlah penghargaan sebagai salah satu perusahaan pengelola air bersih terbaik di Indonesia. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, khususnya konstruksi berminat ikut dalam tender tersebut. 

"Dari sekian banyak perusahaan yang berpartisipasi mereka (perusahaan) memiliki konsep pengelolaan yang menarik. Perusahaan-perusahaan ini juga disebut memiliki pengalaman membangun dan mengelola waduk," tuturnya,

Namun, ada beberapa parameter utama yang akan dijadikan BP Batam sebagai acuan untuk menentukan pemenang. Beberapa diantaranya seperti pengalaman perusahaan dalam hal pengelolaan, kompetensi perusahaan serta kemampuan keuangan.

"Kita tak mau hanya modal pengalaman, tapi tak punya kemampuan finansial yang mapan. Capex yang digunakan kan tidak juga kecil. Tapi juga jangan sampai perusahaan tersebut punya uang yang besar, tapi minim pengalaman,” paparnya. 

BP Batam akan melakukan pengecekan lapangan ke waduk-waduk yang dikelola oleh peserta lelang. Kunjungan lapangan ini dilakukan unutk memastikan rekam jejak pengelaman perusahaan peserta lelang dalam mengelola waduk.
“Namanya orang menawarkan diri pasti menyampaikan hal yang baik. Tapi kita akan mengecek lapangannya seperti apa,” jelasnya. 

Untuk memasikan lelang berjalan dengan fair, BP Batam akan menggandeng beberapa pakar dan konsulan. Sejumlah kementerian dan Lembaga juga akan turut terlibat, diantaranya dari Kementerian Keuangan. Waduk Tembesi sendiri di atas daerah tangkapan air seluas 2.700,27 hektar. Dirancang mampu menampung volume air hingga 56 juta meter kubik dengan kapasitas abstraksi desain 600 liter per detik.
"Kami akan lakukan secara fair dan terbuka,” pungkasnya, (hbb)