Rabu, 10 Oktober 2018, 14:02

Pengelola Parkir Bertanggung Jawab Pada Kendaraan yang Terparkir

BATAM, POSMETRO.CO : Kini masyarakat tak perlu risau lagi jika memarkirkan kendaraannya, karena jika terjadi kerusakan atau kehilangan pihak pengelola harus bertanggung jawab. Hal ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Kota Batam.

Dimana, pasal 12 ayat F yang berbunyi mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan yang diparkir sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Menurut, Sekretaris Pansus Parkir DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Bagi pengendara yang sudah memiliki tiket atau karcis berhak tahu. Apabila memarkirkan kendaraan di pelabuhan, bandara, mall ataupun tepi-tepi jalan. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan si pengelola parkir harus bertanggung jawab.

" Artinya pada saat kita masuk mereka tahu. Apabila terjadi kehilangan ataupun kerusakkan kendaraan itu menjadi tanggungjawab si pengelola parkir," katanya Rabu (3/10). Masih kata Udin, karcis yang dipegang menjadi bukti bahwa sanya si pengendaraan memarkirkan kendaraan di area tersebut. Diakui Udin, jika penggantian yang hilang atau rusak membutuhkan waktu. Sehingga, masyarakat diribetkan dengan hal tersebut. Misalnya jika hilang, pemilik harus membuat bukti kehilangan dengan lokasi kehilangannya kepolisian. Dasar laporan tersebut disampaikan ke pengelola parkir.

"Tiket masuk tersebutlah menjadi bukti. Namanya juga penggantian barang yang hilang, butuh beberapa proses. Di mana lokasi hilang, itulah menjadi bukti ke polisi. Sehingga tembusan bisa disampaikan ke pengelola parkir," ulasnya.

Udin juga menyatakan, bahwa kendaraan yang hilang harus disesuaikan dengan tahun kendaraannya. Bukan berarti si pemilik yang kehilangan memiliki kendaraan yang berbeda tahun. "Kan, tak mungkin kendaraan tahun 2012 yang hilang. Tapi diganti menjadi tahun 2015 jadi harus disesuaikan," jelasnya.

Namun, yang perlu diingat jika pemiliki kendaraan kehilangan helmet, jacket dan lainnya. Perihal ini bukan menjadi tanggungjawab pengelola parkir. Akan tetapi jika itu menyangkut kaca spion, lampu kendaraan, barang tersebutlah yang digantikan oleh pengelola parkir. 

Maka dari itu kata Udin dibutuhkan CCTV, untuk memantau kendaraan yang masuk dan keluar. Sehingga, kendaraan yang lalu lalang bisa dicek melalui CCTV.  Perda ini berlaku untuk semua pihaknya

"Kita maunya penyelenggara parkir atau yang area parkir ada jukurnya memang kita belum mengatur sampai disitu. Tapi biasanya di tiket ada menjadi penanggungjawabnya siapa," jelasnya.

Meskipun demikian, Udin mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jasa parkir untuk meminta tiket kepada jukir. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan. Dan sebaliknya, jukir juga wajib memberikan tiket kepada pemilik kendaraan. 

"Pengendaraan wajib meminta tiket kepada jukir. Jika tidak dikasih kita perlu mempertanyakannya," tegas Udin

Sementara, terkait tarif yang diberlakukan, Udin menilai Batam masih memasang harga yang murah. Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Namun ada kemungkinan tarif tersebut bisa mengalami kenaikkan. 

Tak hanya itu sebut Udin, pada APBP-P Pemko Batam telah menganggarkan pencetakkan kartu karcis parkir. Rencananya karcis mulai didistribusikan diawal tahun.

"Menariknya, saat ini pemko Batam sedang melakukan penataan titik parkir dan mensosialisasikan perda berlaku untuk semua pihak," pungkasnya. (hbb)